Liga 1
Persija Was-was Liga 1 Ditunda hingga Tanpa Kejelasan, Asisten Pelatih Macan Kemayoran Khawatir
Menurut Asisten pelatih Persija Jakarta Pasquale Rocco merasakan kekhawatiran jika Liga 1 benar-benar ditunda hingga tak ada kejelasan.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Asisten pelatih Persija Jakarta Pasquale Rocco merasakan kekhawatiran jika Liga 1 benar-benar ditunda hingga tak ada kejelasan.
Sebelumnya pihak PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) telah menetapkan Liga 1 2022-2023 ditunda untuk sementara waktu.
Dalam pengumuman itu juga PSSI tidak menyebutkan hingga kapan penundaan Liga 1 ini akan berakhir.
Tak hanya itu saja PSSI dan PT LIB juga menghentikan kompetisi Liga 2. Sehingga membuat kekhawatiran sejumlah pihak seperti Persija.
Baca juga: Persija Pakai Pita Hitam di Lengan saat Latihan, Thomas Doll Tawarkan Bantuan Psikolog Untuk Pemain
Adapun keputusan tersebut diambil buntut tragedi di Stadion Kanjuruhan, pada Sabtu (1/10/2022).
Dari laporan yang ada terdapat pendukung ratusan nyawa Aremania melayang dalam tragedi usai duel Arema FC vs Persebaya Surabaya .
Bahkan ratusan orang lainnya sedang mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Saya tidak tahu kapan hal ini selesasi. Yang pasti untuk saat ini kami akan terus melakukan latihan agar kondisi tim tetap fit,” ucap Rocco dikutip laman resmi Persija.
Sedangkan Presiden Persija Muhamad Prapanca berharap tragedi Kanjuruhan tidak terulang lagi.
Katanya, mau ada lagi nyawa yang melayang di sepakbola Tanah Air, usai tragedi di Kanjuruhan baru-baru ini.
“Saya mendoakan untuk semua korban agar mendapat tempat di sisinya dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan."
"Saya berharap semoga insiden di Malang menjadi kasus terakhir di sepakbola Indonesia,” ucap Prapanca.
Baca juga: Manajamen Persib Minta Bobotoh Jangan Khawtir Urusan Tiket, Usai Laga Ditunda Lawan Persija
Di sisi lain Thomas Doll selaku juru taktik, merasakan kesedihan mendalam atas tragedi ini.
Ia pun menyampaikan rasa duka untuk semua korban yang ada di tragedi Kanjuruhan.
"Hal seperti ini tidak boleh terjadi di sepakbola. Saya mengucapkan turut bela sungkawa pada keluarga dan kerabat korban."