Berita Konawe

Harga Pakan Mahal, Penambak Ikan di Konawe Sultra Minta Bantuan Mesin di Kementerian KKP

Sejumlah penambak ikan di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) keluhkan harga pakan ikan. Saat sosialisasi Kebijakan dan Bantuan Pemer

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
Arman Tosepu/TribunnewsSultra.com
sosialisasi Kebijakan dan Bantuan Pemerintah oleh Dinas Perikanan Konawe bersama KKP dan DPR RI di Hotel Sry Rahayu, Selasa (20/9/2022) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Sejumlah penambak ikan di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) keluhkan harga pakan ikan yang cukup mahal, Selasa (20/9/2022).

Keluhan itu disampaikan di hadapan Kepala Balai Perikanan dan Budidaya Air Payau atau BPBAP Takalar, Nur Mufich Junianto.

Hal ini berlangsung saat sosialisasi Kebijakan dan Bantuan Pemerintah oleh Dinas Perikanan Konawe bersama KKP dan DPR RI di Hotel Sry Rahayu.

Baca juga: Kementerian Kelautan dan Perikanan Paparkan 3 Program Terobosan ke Puluhan Penambak Ikan di Konawe

Salah satu penambak ikan bernama Wayan, menuturkan, saat harga pakan ikan dirasa cukup mahal.

Dirinya meminta agar diberikan bantuan berupa mesin produksi pakan ikan (Pelet).

"Sekarang harga-harga 5 jutaan ada mesin itu ketimbang puluhan ratusan juta. Kalau kami yang kecil-kecil saja yang penting bisa mensuplai 100 kilo perhari," katanya.

Ia juga berpesan, agar pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ketika membuat program dapat terlebih dulu mendalami kebutuhan para penambak ikan.

Baca juga: Asosiasi Futsal Konawe Utara Sultra Dikukuhkan, Langkah Pertama Persiapan Taklukan Porprov di Baubau

"Kalau bisa kami ditanya-tanya juga supaya program dari atas langsung kebawah sehingga kadang-kadang tidak tepat sasaran," katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Balai Perikanan dan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Nur Mufich Junianto juga membenarkan jika saat ini harga pakan cukup jauh dibanding di Pulau Jawa.

Ia menjelaskan, kehadiran pemerintah dalam persoalan pakan ikan ini terlihat dari adanya 11 UPT di Indonesia yang memproduksi pakan mandiri.

Mahalnya pakan ikan ini, kata dia, juga disebabkan jalur distribusi.

"Nanti akan saya sampaikan ke direktur," ujarnya.

Junianto juga mendorong, para penambak ikan di Konawe dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan oleh KKP dengan sebaik-baiknya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved