Berita Kendari

Harga Bahan Pokok di Kendari Masih Normal Usai BBM Naik, Dinas Perdagangan Bakal Rutin Sidak Pasar

Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kendari akan rutin melakukan peninjauan harga bahan pokok setiap pekan di pasar-pasar tradisional.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Harga Bahan Pokok di Kendari Masih Normal Usai BBM Naik, Dinas Perdagangan Bakal Rutin Sidak Pasar 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kendari akan rutin melakukan peninjauan harga bahan pokok setiap pekan di pasar-pasar tradisional.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM Kota Kendari, Alda Kesutan Lapae mengatakan hal tersebut untuk memastikan harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan secara drastis usai BBM naik.

"Kami akan rutin melakukan peninjauan harga sembako setiap pekan. Ini merupakan perintah dari Wali Kota Kendari dan Sekda," ujarnya, Minggu (18/9/2022).

Kata dia, berdasarkan hasil inspeksi dadakan (sidak) yang pihaknya lakukan, sejumlah bahan pokok beberapa pasar di Kota Kendari masih terbilang normal.

Tepatnya pada pekan kedua bulan September ini, pihaknya sudah turun sidak di beberapa pasar seperti, Pasar Mandonga, Pasar Baruga, dan Pasar Anduonohu.

Baca juga: Putri Kembar Resto dan Pemancingan di Wawotobi Konawe Sultra Tawarkan Berbagai Menu dan Fasilitas

"Setelah kami cek harga-harga belum terlalu besar pengaruhnya akibat kenaikan BBM. Untuk pantauan terakhir masih normal, adapun harga yang naik berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000," ujarnya.

Seperti halnya harga telur yang relatif turun dari harga sebelumnya, penurunan harga berkisar antara Rp55 ribu - Rp58 ribu per rak, di mana harga sebelumnya berkisar Rp60 ribu per rak.

Sementara bahan pokok lainnya seperti minyak goreng, beras, daging, garam beryodium, mie instan, cabai, sayur, ikan segar, dan mentega rerata harganya masih terjangkau.

Menurutnya, beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga tersebut masih diambang batas wajar.

Terlebih saat ini bahan pokok yang disuplai oleh para pedagang dari luar maupun dalam daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (sultra) masih merupakan stok lama sebelum kenaikan harga BBM.

Baca juga: Pemprov Sulawesi Tenggara Rencana Beli Pesawat Guna Mudahkan Konektivitas Antardaerah di Sultra

"Karena distribusi bukan dari Kota Kendari seperti cabai mengalami kenaikan. Kalau kita mau melihat indikator lainnya pengaruh kenaikan BBM tidak menyeluruh bahkan relatif menurun," jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved