Berita Kendari

Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari Sasar Anak SMP dan SMA, Buka Layanan Konseling

Pemkot Kendari melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana gelar workshop, di ruang pola Kantor Balai Kota Kendari

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari Sasar Anak SMP dan SMA Dalam Workshop itu diikuti anggota Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R) SMP dan SMA se Kota Kendari 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemkot Kendari melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana gelar workshop, di ruang pola Kantor Balai Kota Kendari, Kamis (15/9/2022).

Workshop itu diikuti anggota Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R) SMP dan SMA se Kota Kendari ini, juga menghadirkan narasumber dari Psikolog.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menjelaskan, untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) lebih baik di masa akan datang, maka harus dimulai sejak dini, dalam hal ini memyasar para generasi muda.

Untuk itu, Sulkarnain memberikan motivasi pada para siswa untuk terus bersemangat mengejar cita-cita.

Baca juga: Video Viral Aksi Junior Kampus di Sultra Lawan Senior Gara-gara Dilarang Pakai Alis, Dibela Warganet

“Kita punya kewajiban mendampingi mereka memastikan langkah dan jalan yang akan mereka tempuh itu menuju ke arah yang baik, karena apa yang akan mereka hadapi ke depan lebih kompleks dari saat ini,” jelasnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Jahudding mengatakan, untuk menciptakan generasi berkualitas harus dilakukan pembinaan mulai dari para remaja.

Di mana pihaknya menjalankan program PIK R dan mulai membentuk kelompok PIK R di sekolah-sekolah.

Baca juga: Video Viral Kaki Bocah Nyangkut di Antara Besi, Sudah Pasrah Hingga Akhirnya Berhasil Diselamatkan

Menurutnya, melalui PIK R ini ada konselor sebaya yang bisa menjadi tempat curhat bagi para remaja, agar dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi tidak menjurus kearah negatif.

"Karena jika tidak didampingi kecenderungan mereka melakukan hal-hal negatif sangat besar dan itu bisa merusak masa depannya," jelasnya.

Ia menyebut remaja merupakan salah satu dari 4 sasaran untuk mengatasi persoalan stunting atau kekurangan gizi.

“Stunting itu terdeteksi dari umur 0 – 59 bulan atau 2 tahun tapi remaja masuk dalam sasaran terkait penurunan angka stunting kenapa, remaja ini harus mulai dipersiapkan sejak dini,” katanya

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved