Penembakan Polisi

Lie Detector Dipakai di Kasus Brigadir J, Mantan Kabareskrim: Di Negara Maju Sudah Jarang Digunakan

Mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Ito Sumardi mengkritik penggunaan alat lie detector untuk kasus pembunuhan Brigadir J.

Editor: Ifa Nabila
Kolase YouTube Kompas TV | Instagram @divpropampolri
Ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J (Kiri) dan terancam hukuman mati seperti Eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo (Tengah), simak 5 peran Putri Candrawathi (Kanan) dalam kasus penembakan yang menewaskan sang ajudan. 

TRIBUNNESSULTRA.COM - Mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Ito Sumardi mengkritik penggunaan alat lie detector untuk kasus pembunuhan Brigadir J.

Menurutnya, alat pendeteksi kebohongan tidak akurat.

Bahkan, negara-negara maju sudah jarang menggunakan alat ini.

Baca juga: Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan ART Bernama Susi Bakal Dites Lie Detector, Begini Cara Kerjanya

Sebab akurasi dari alat lie detector atau pendeteksi kebohongan tidak sepenuhnya akurat, hanya 60-70 persen.

“Di negara-negara maju lie detector ini juga tidak terlalu dijadikan satu alat yang bisa digunakan, bisa mengecek apakah orang itu menyampaikan suatu keterangan secara akurat atau tidak, secara benar atau tidak,” kata Ito Sumardi dikutip dari Kompas.TV. Rabu (7/9/2022).

Baca juga: Kombes Agus Nurpatria Tak Hanya Rusak CCTV Kasus Brigadir J, Polri: Tak Cuma Kena Satu Pasal

Ito pun menggambarkan bagaimana akurasi lie detector akhirnya diragukan ketika itu diterapkan kepada orang yang lelah, stres, hingga residivis.

“Dalam kondisi seseorang dalam kondisi nervous, stres, lelah atau sakit ya, itu maka, yang bersangkutan itu akan sangat mempengaruhi daripada hasilnya,” ujar Ito Sumardi.

“Demikian pula ada orang-orang yang memang sudah terbiasa, biasanya residivis ya, ya itu dia mampu menghandle pertanyaan yang menjebak sehingga hasilnya itu menampilkan pola yang tidak menunjukkan kalau orang tersebut berbohong ya.”

Dalam keterangannya, Ito pun mengatakan biasanya penerapan pemeriksaan dengan lie detector terhadap tersangka dan saksi dilakukan karena penyidik ingin mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Tidak hanya itu, Ito juga menduga penyidik mengetahui masih ada yang disembunyikan sehingga menerapkan pemeriksaan dengan menggunakan lie detector.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved