Berita Konawe

6 Orang Jadi Tersangka Usai Aniaya Terduga Pencuri Sapi, Warga Andabia Unjuk Rasa di Kantor Bupati

warga Kelurahan Andabia, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe gelar unjuk rasa di Kantor Bupati Konawe, terkait persoalan kasus penganiayaan.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
(Arman Tosepu/TribunnewsSultra.com)
Puluhan warga Kelurahan Andabia, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe gelar unjuk rasa di Kantor Bupati Konawe, Senin (5/9/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Puluhan warga Kelurahan Andabia, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe gelar unjuk rasa di Kantor Bupati Konawe, Senin (5/9/2022).

Kedatangan puluhan warga ini, terkait persoalan kasus penganiayaan salah satu warga yang diduga pelaku pencurian sapi beberapa waktu lalu.

Puluhan massa ini menuntut agar bertemu Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa untuk menyelesaikan kasus yang menghasilkan beberapa tersangka ini.

Baca juga: Pemerintah Daerah Konawe Turun Tangan Perbaiki Jalan Rusak di Kecamatan Latoma

"Kami dibiarkan menyelesaikan sendiri persoalan tersebut," kata salah satu orator massa aksi, Sumantri.

"Kami meminta keadilan hukum adat ditegakkan," imbuhnya.

Massa juga menuding proses penetapan tersangka penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia salah satu terduga pelaku pencurian tidak sesuai.

Sebelumnya Polres Konawe telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus pengeroyokan atau main hakim sendiri hingga menewaskan seorang laki-laki berinisial RK, terduga pencuri sapi.

Berikut tuntutan massa aksi dilansir pernyataan sikap:

1. Mendesak kepada bupati konawe agar segera turun langsung menyelesaikan persoalan tersebut sesuai ketetapan hukum adat tolaki.

2. Mendesak kepada bupati konawe untuk menganti sekda kabupaten konawe yang kami anggap gagal dalam menyelesaikan kasus perkara ini

Baca juga: DPRD dan Pemkab Konawe Sepakat Tambah Anggaran Pembiayaan Kontingen pada Porprov Sultra 2022

3. Mendesak kepada polres konawe agar hari ini mempasilitasi penyelesaian secara adat istiadat suku tolaki dan tidak terintevensi oleh orang orang propokator

4. Mosi tidak percayab ahwa hari ini kami tidak percayah lagi kepada kapolres konawe maka hari ini kami masyarakat kecamatan anggaberi mendesak dan meminta agar kapolres konawe mundur dari jabatannya atas kegagaglannya dalam menyelesaikan perkara ini melalui adat sebagaimana komitmen awal

5. Apabila tuntutan kami tidak di indahkan maka kami akan melakyukan aksi jilid 2 secara besar besaran.(*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved