Ini Penyebab Kecelakaan Maut Truk di Bekasi yang Tewaskan 10 Orang: Sopir Ngantuk hingga Salah Jalan

Kecelakaan nahas yang menewaskan 10 orang dan membuat 23 orang luka itu terjadi di Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat.

Editor: Ifa Nabila
KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD
Sopir dan kernet mobil pikap tewas dalam kecelakaan maut truk kontainer di Jalan Sultan Agung KM 28,5 Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (31/8/2022) siang. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Akhirnya terungkap alasan kecelakaan maut truk di Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (31/8/2022).

Kecelakaan nahas yang menewaskan 10 orang dan membuat 23 orang luka itu terjadi di Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat.

Pihak kepolisian sempat menduga penyebabnya adalah rem blong.

Baca juga: 3 Dugaan Penyebab Kecelakaan Truk di Bekasi Tewaskan 10 Orang Termasuk Siswa SD: Kelebihan Beban

Setelah diperiksa, kondisi truk kontainer pengangkut besi itu tidak dalam keadaan rem blong.

Saat dievakuasi dari lokasi kejadian di depan SDN Kota Baru II dan III, truk itu dalam kondisi baik.

Selain itu, ditemukan jejak pengereman di sekitar lokasi kecelakaan.

Belakangan, berdasarkan investigasi kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi, terungkap faktor lain yang menyebabkan kecelakaan maut itu.

Baca juga: 10 Tewas Termasuk Murid SD akibat Kecelakaan Truk di Bekasi, Ridwan Kamil akan Kunjungi Keluarga

Sopir Akui Mengantuk

Salah satu faktor penyebab kecelakaan itu adalah karena sopir truk kontainer berinisial S (30) dalam keadaan mengantuk saat mengemudi.

Hal itu diakui sopir truk saat diperiksa pihak kepolisian.

"Dia berangkat dari Narogong tujuan Surabaya, mengantuk," kata Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota AKBP Agung Pitoyo, dilansir dari Tribun Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Kendati demikian, polisi tidak menemukan indikasi sopir dalam pengaruh alkohol atau pun narkoba.

"Karena sudah tes urine hasilnya negatif," ujar Agung. Polisi pun sudah menetapkan sopir truk itu sebagai tersangka karena dianggap lalai sehingga menimbulkan kecelakaan yang menghilangkan banyak nyawa.

Menurut Agung, S diduga melanggar Pasal 310 Ayat 4 Undang-Undang Lalu Lintas dan terancam hukuman penjara selama 6 tahun.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved