"Bharada E Tidak Tahu Brigadir J Gendong Putri Candrawathi", Kebohongan Ferdy Sambo Cs di Magelang?

Deolipa Yumara mengatakan bahwa Bharada E tidak tahu Brigadir J menggendong Putri Candrawathi dan menduga ada kebohongan Ferdy Sambo Cs di Magelang.

Istimewa
SAAT Putri Candrawathi berswafoto bersama Brigadir J dan ajuadan Ferdy Sambo lainya - Deolipa Yumara mengatakan bahwa Bharada E tidak tahu Brigadir J menggendong Putri Candrawathi dan menduga ada kebohongan Fersy Sambo Cs di Magelang. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Putri Candrawathi menegaskan pengakuan Kwat Ma'ruf saat diperiksa selama 12 jam oleh penyidik Bareskrim Polri pada Jumat (26/8/2022).

Saat pemeriksaan dramatis itu istri Irjen Pol Ferdy Sambo hanya menegaskan soal bopong-membopong di lantai satu rumah di Magelang.

Peristiwa yang terjadi pada 4 Juli 2022 itu, menurut keterangan Kwat Ma'ruf kepada penyidik, disaksikan oleh Bharada E dan Bripka RR.

Menurut eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, cerita bopong-membopong di Magelang kemungkinan besar konspirasi parat tersangka pembunuhan Brigadir Joshua.

"Bharada E ngak ngomong begitu, dia ngak tahu. Jadi bopong-membopong itu kami juga tidak tahu apa. Itu satu bentuk kebohongan yang dibuat keluar," ujarnya kepada Kabar Petang TVOne, sebagaimana dikutip TribunnewsSultra.com dari kanal YouTube TVOne pada Minggu (28/8/2022).

Baca juga: Analisa Deolipa Yumara Soal Motif Ferdy Sambo Cs: Propangganda Kwat Diaminkan Putri Karena Terdesak

Baca juga: "Kebohongan Psikopat Kwat Maruf Tidak Menjual", Akan Beratkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi?

Deolipa sulit mempercayai seorang ajudan berani menggendong majikannya yang merupakan istri jenderal polisi bintang dua.

Ia menegaskan, cerita di Magelang vesri Ferdy Sambo cs merupakan propaganda yang merupakan menjadi skenario.

"Mana ada seorang ajudan berani bopong Si Putri. Diakan bayangkari bintang dua. Itu propaganda. Propaganda itu kemudian dibikin skenario," tegasnya.

Bagaimanapun, lanjut Deolipa, Putri Candrawathi dan Kwat Ma'ruf memiliki kebebasan untuk mengarang cerita palsu karena hanya ada tiga orang dalam ruangan tersebut.

Ketiganya adalah Putri Candrawathi dan Kwat Ma'ruf, serta Bripka RR.

"Potensi utama adalah Si Kwat ini ingin menjadi bos di atara para ajudan. Terus kemudian ada berantam sama Joshua, trus berantam lagi, trus mudah aja dia bikin cerita begitukan," jelasnya.

"Karena di rumah itu cuman ada Susi, tapi Susikan ngak masuk ke atas (lantai dua), cuman Putri, cuman ada Joshua dan Kwat, cuman bertiga," lanjutanya.

Melain sudah terbukti berbohong, Deolipa menambahkan, bahwa Ferdy Samo cs merupakan pelaku kejahatan.

"Joshua telah meninggal dunia, mau cari motif apa. Motif ada bopong-membopong menjadi tidak terbukti karena, baik Putri maupun Si Kwat adalah tersangka. Mana bisa tersangka ceritanya di dengar lalu menjadi suatu dasaar motif pembuktian," tambahnya.

"Mana bis amereka kumudian menceritakan suatu keadaan seoalah-olah benar sementara mereka sendiri melakukan tindakan kejahatan," tegasnya.

Baca juga: Detik-detik Putri Candrawathi Diperiksa Perdana, Istri Ferdy Sambo Kejar-kejaran dengan Awak Media

Baca juga: Ferdy Sambo Belum Minta Maaf ke Brigadir J, Keluarga Korban: Tak Masalah yang Penting Dihukum

Deolipa menutup pernyataaanya dengan menyoroti mental Kwat Ma'ruf.

Ia mengatakan bahwa Kwat Ma'ruf memberikan pengakuan yang tak bisa diterima akal sehat.

"Jadi kesimpulannya tidak ada itu (kekerasan seksual). Jadi hitung aja, memang tidak ada. Tinggal dianalisa saja psikologis Si Kwaut yang ngaco-ngaco itu," imbuhnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Reymeldi Ramadhan)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved