Fakta Video Viral Anggota DPRD Pukuli Wanita di SPBU, Disorot Hotman Paris hingga Dipanggil Gerindra
Pelaku pemukulan wanita di SPBU dalam video viral ini ialah Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi Partai Gerindra M. Sukri Zen, simak 8 faktanya.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/viral-dprd-pukuli-wanita-di-SPBU_2.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Warganet baru-baru ini dihebohkan dengan video viral Anggota DPRD Kota Palembang pukuli wanita di sebuah SPBU.
Video viral Anggota DPRD pukuli wanita di SPBU itu pertama kali diunggah oleh warganet yang mengaku sebagai korban melalui akun Twitter @lemontea98_ pada Kamis (18/8/2022).
Video viral Anggota DPRD pukuli wanita di SPBU ini pun semakin menyita perhatian setelah turut disorot oleh pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.
Korban dalam video viral Anggota DPRD Kota Palembang itu pun kini telah melaporkan pelaku ke polisi.
Baca juga: Video Viral Lelaki Tonjok Perempuan di SPBU, Hotman Paris: Oknum DPRD Palembang Memukuli Gadis Muda?
Bahkan korban juga mengaku telah berkonsultasi dengan Hotman Paris yang bersedia memberikan pendampingan dalam kasus penganiaayan ini.
8 Fakta Video Viral Anggota DPRD Pukuli Wanita di SPBU
Dilansir TribunnewsSultra.com dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta terkait kasus video viral Anggota DPRD pukuli wanita di sebuah SPBU di Palembang, Sumatera Selatan:
1. Kronologi
Berdasarkan cuitan thread atau utas korban di akun Twitter @lemontea98_, peristiwa pemukulan dalam video viral itu terjadi di SPBU Demang Lebar Daun, Palembang pada Jumat, 5 Agustus 2022 malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Menurut korban, hal ini bermula saat pelaku yang mengendarai mobil bernopol BG7UB hendak memotong antrean SPBU.
"Si bapak mau memotong antrian di SPBU. Tapi tidak kami kasih." tulis korban seperti dilansir TribunnewsSultra.com dari akun Twitter @lemontea98_.
"Yang bersangkutan langsung mencaci maki dgn kata kasar. Lalu memotong antrian di belakang kami dan ngantri di antrian lain.
Setelah mengantri di antrian lain, yang bersangkutan turun menghampiri mobil saya dimana yg sedang menyetir pada saat itu ibu saya.
Beliau lalu berkata kasar lagi.
Dengar beliau berkata kasar, saya turun.