Berita Kendari

Jenis Kecelakaan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan di Kendari Sulawesi Tenggara

Jenis kecelakaan yang tidak ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Cabang Kendari, Barlianta Saleh. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Jenis kecelakaan yang tidak ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal tersebut sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Cabang Kendari, Barlianta Saleh mengatakan terdapat setidaknya tiga kecelakaan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Seperti kecelakaan kerja yang terjadi pada saat melakukan pekerjaan, kecelakaan ganda melibatkan dua kendaraan atau lebih dan kecelakaan tunggal terjadi karena kelalaian pengendara.

"Kecelakaan kerja tidak menjadi tanggungan BPJS Kesehatan, karena pekerja telah dijamin sebelumnya oleh pihak penjamin atau asuransi lainnya," katanya, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: Peserta BPJS Kesehatan Kendari Diimbau Bayar Iuran Tepat Waktu, Diingatkan Lewat Telepon hingga SMS

Kata dia, penjamin atau asuransi tersebut terdiri dari PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen), PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), dan BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mengatakan dengan adanya kecelakaan kerja yang terjadi maka akan dikembalikan ke segmennya masing-masing.

Misalnya Aparatur Sipil Negara (ASN) penjaminnya PT Taspen, pegawai swasta penjaminnya adalah BPJS Ketenagakerjaan dan TNI/Polri penjaminnya PT Asabri.

"Tentunya atas peristiwa kecelakaan kerja akan dilihat apakah yang akan menanggung adalah pihak penjamin lainnya atau dikembalikan ke BPJS Kesehatan," jelasnya.

Barlianta membeberkan contoh kasus misalnya, seorang pekerja dengan status sebagai ASN dan dalam bekerja ia mengalami kecelakaan sehingga yang akan menentukan jaminannya adalah PT Taspen.

Baca juga: Peserta JKN BPJS Kesehatan per Juli 2022 Bertambah 60.239, Terbanyak di Kendari Sulawesi Tenggara

PT Taspen akan mengidentifikasi serta melihat apakah ini murni kecelakaan kerja atau bukan, jika murni maka semua akan dibebankan ke PT Taspen, tetapi jika tidak, akan dikembalikan ke BPJS Kesehatan.

"Selain itu, contoh pegawai swasta, BPJS Ketenagakerjaan yang akan menentukan apakah murni kecelakaan atau tidak, jika bukan maka akan dikembalikan ke BPJS Kesehatan," tuturnya.

Kemudian selain kecelakaan kerja terdapat kecelakaan lalu lintas dengan penjaminnya adalah PT Jasa Raharja, dengan membagi dua indikator yaitu kecelakaan ganda dan tunggal.

Untuk kecelakaan ganda apabila pekerja mengalami kecelakaan melibatkan lebih dari dua pengendara maka PT Jasa Raharja yang menjamin dan dari sisi administratif harus ada laporan dari pihak kepolisian.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved