Wawancara Eksklusif Wali Kota Kendari

Ini Filosofi Aplikasi Laika, Berantas Pungli dan Permudah Pelayanan Publik di Kota Kendari

pungli pada proses pelayanan masyarakat, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir benahi sistem pelayanan publik dengan menghadirkan aplikasi Laika.

Istimewa
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir pada wawancara eksklusif bersama News Director Tribun Network, Febby Mahendra Putra, di Hotel Santika Premiere Padang, Sumatera Barat (Sumbar) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berantas pungli atau pungutan liar pada proses pelayanan masyarakat, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir benahi sistem pelayanan publik

Hal itu disampaikan Sulkarnain pada wawancara eksklusif bersama News Director Tribun Network, Febby Mahendra Putra, di Hotel Santika Premiere Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Sulkarnain mengikuti wawancara tersebut di sela menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau Rakernas Apeksi 2022.

Wawancara eksklusif ditayangkan langsung kanal YouTube Tribunnews (7,69 juta subscriber), Tribun Timur (6,09 juta subscriber), Tribunnews Sultra (77 ribu), dan Tribun Padang (15,2 ribu subscriber) pada Senin (08/08/2022). 

Baca juga: Kolam Retensi Atasi Banjir di Kendari Sultra, Sulkarnain Kadir Sebut Bonus Jadi Tempat Wisata

Sulkarnain Kadir menyampaikan sebagai pemerintah pihaknya memiliki tugas yakni melayani masyarakat, tentunya memberikan pelayanan publik yang terbaik. 

Ia memberi contoh, salah satu pelayanan publik yang sering mengalami masalah karena keterlambatan atau kerumitannya bahkan sering dikeluhkan masyarakat adalah pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kendari. 

"Yang kami ingin coba benahi di tahun-tahun belakangan ini yaitu pelayanan publik. Dulu Dukcapil kami terkenal, kalau tidak ada kenalan bakalan lama atau kalau mau cepat selesai harus ada biaya yang harus ditambah masyarakat," bebernya.

Menangani hal tersebut, Sulkarnain membuat suatu sistem pelayanan secara online, melalui aplikasi bernama Laika. 

Ia menjelaskan kata Laika berasal dari bahasa daerah Tolaki, di mana Laika ini memiliki dua makna yakni pertama memiliki akronim Layanan Integrasi Kota (Laika) Kendari. 

Baca juga: Puskesmas Poasia Butuh Renovasi, Komisi III DPRD Kendari Sulawesi Tenggara Langsung Cek Kondisi

Sedangkan filosofi pemilihan kata Laika ini karena kata Laika dalam bahasa Tolaki berarti rumah, sehingga diinginkan masyarakat dilayani sebagaimana dia dilayani di rumahnya sendiri. 

"Itu diwujudkan sekarang. Alhamdulillah sejak tahun kemarin itu kami rampungkan sekarang masyarakat Kota Kendari sudah bisa mengurus KTP atau segala kebutuhan administrasi pemerintahan kependudukan secara online di aplikasi new Laika," jelasnya. 

Tentunya hadirnya aplikasi Laika tersebut juga diharapkan dapat diterapkan dengan baik dan menghilangkan kebiasaan pungli dalam pelayanan publik

"Masyarakat tidak perlu khawatir lagi, pasti akan bebas pungli, mungkin 100 persen tidak, tapi kami pastikan aparat kita sudah sadar dan juga melayani masyarakat secara benar dan baik," ucapnya. 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved