Breaking News:

Berita Konawe

Konawe Masuk Wilayah Rawan Bencana Banjir di Sultra, Sekda Ingatkan Koordinasi Antisipasi Risiko

Kepolisian Resor atau Polres Konawe menggelar apel siaga bencana di Mapolres Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (3/8/2022).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Arman Tosepu
Kepolisian Resor atau Polres Konawe menggelar apel siaga bencana di Mapolres Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (3/8/2022). Hadir dalam apel siaga bencana di Mapolres Konawe tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Kepolisian Resor atau Polres Konawe menggelar apel siaga bencana di Mapolres Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (3/8/2022).

Hadir dalam apel siaga bencana di Mapolres Konawe tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakannya, Ferdinand Sapan mengatakan, apel siaga ini dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana pada tahun 2022.

Ia menyebut, Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk sebagai kabupaten yang rawan bencana seperti banjir pada tahun 2019.

Kata dia, banjir tersebut mengakibatkan terendamnya 25 kecamatan, 143 desa, dan 28 kelurahan serta terputusnya jalur transportasi darat beberapa kecamatan.

Baca juga: Jelang Pilkades 2022 dan Pemilu 2024, Polres Konawe Bangun Sinergitas dengan DPRD

"Kita masih temui beberapa kelemahan penyelenggaraan penanggulangan bencana utamanya dalam sistem koordinasi antara instansi yang berperan dalam penanganan dan penanggulangan," katanya.

Untuk itu, melalui apel siaga ini, diharapkan agar semua sektor dan instansi mampu mengidentifikasi, menganalisa, dan mengambil tindakan pencegahan serta mitigasi bencana.

Sehingga, dapat mengurangi tingkat risiko terjadinya korban jiwa maupun kerugian materiel yang pada akhirnya diharapkan akan terwujud upaya penanggulangan bencana di Konawe yang komprehensif.

Ia menjelaskan multi sektor, terpadu dan terkoordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, instansi samping, unsur aparat keamanan dan stake holder yang ada di kewilayahan.

"Maka dalam rangka penyelenggaraan penanggulangan bencana ke depan diharapkan mampu untuk dapat dilaksanakan secara terencana dan terintegrasi," sebutnya.

Baca juga: Tari Mondotambe dan Tradisi Pedang Pora Sambut Kapolres Konawe AKBP Ahmad Setiadi

"Sehingga pengelolaan bencana dapat dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh serta terasa maksimal bagi masyarakat," imbuhnya.

Selain itu, Ferdinand Sapan mendorong agar petugas selalu mencermati perkembangan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

"Saya mengingatkan kepada seluruh personel yang akan melaksanakan kegiatan penanggulangan dan penanganan bencana, agar jangan pernah ada kata ragu dalam bertindak di lapangan dan tetap jalin komunikasi dengan seluruh perangkat pelaksana," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved