Berita Konawe

Tujuh Nelayan Mengalami Kapal Mati Mesin Diperairan Konawe Sultra Ditemukan Selamat

Nelayan yang mengalami kapal mati mesin di perairan antara Tanjung Toronipa dan Pulau Menui ditemukan selamat, Kamis (28/7/2022).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Petugas Basarnas Kendari saat menemukan Tujuh nelayan yang mengalami kapal mati mesin di perairan antara tanjung toronipa dan pulau menui ditemukan selamat, Kamis (28/7/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Tujuh nelayan yang mengalami kapal mati mesin di perairan antara Tanjung Toronipa dan Pulau Menui ditemukan selamat, Kamis (28/7/2022).

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP Kendari, Wahyudi mengatakan, kapal nelayan tersebut bernama KMN Minasa Mekka 01.

Sekira pukul 20:58 wita pihaknya melakukan penyisiran sejahu 6 mil laut dan menemukan kapal tersebut.

"Pada pukul 21.30 wita KN SAR Pacitan dapat berkomunikasi dgn nakhoda KMN Minasa Mekka 01 yang berada diposisi sebelah barat daya saponda laut," kata Wahyudi melalui keterangan tertulisnya.

Baca juga: Kapal Nelayan Asal Kendari Mati Mesin di Antara Tanjung Toronipa dan Pulau Menui Usai Dihantam Ombak

Lebih lanjut, dimana seluruh penumpang dalam keadaan selamat dan sementara di towing oleh KMN Aden Jaya menuju  teluk Kendari dengan kecepatan 3 knot.

Pada pukul 22.50 wita KN SAR Pacitan menemukan target yang sedang ditowing menuju teluk Kendari.

"Selanjutnya KN SAR Pacitan melaksanakan pemantauan dan pengawalan terhadap proses towing," lanjut Wahyudi.

Pada pukul 03.20 wita KMN Minasa Mekka 01 tiba di perairan kendari beach teluk kendari.

Data penumpang dalam kapal tersebut nahkoda Usmar (31), Dodi (18), Radit (19), Idam (26), Sarmin (30), Hendra (30), dan Ahmad (25).

Sebelumnya, sebuah kapal nelayan asal Kendari mengalami mati mesin seusai dihantam ombak di antara Tanjung Toronipa dan Pulau Menui, pada Rabu (27/7/2022).

Baca juga: Detik-detik Hiu Tutul Muncul Dekat Keramba Nelayan di Perairan Baubau Sulawesi Tenggara

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Wahyudi mengatakan, kronologi awalnya bermula saat kapal gae tersebut bertolak dari Kendari menuju sekitar Perairan Menui mencari ikan.

"Di dalam perjalanan menuju lokasi tersebut, sekitar pukul 16.00 Wita kapal dihantam ombak dan mengalami mati mesin," kata Wahyudi melalui keterangan tertulisnya.

Kapten kapal kemudian menghubungi keluarganya untuk melaporkan hal ini pada KPP Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sekira pukul 18.12 Wita, Comm Centre Basarnas Kendari menerima informasi dari Andi Tajudin salah seorang keluarga korban yang melaporkan kejadian tersebut.

Di mana, kata Wahyudi, kapal nelayan tersebut juga diketahui memuat penumpang sebanyak tujuh orang.

Baca juga: Nelayan Kendari Hilang Usai Dihantam Ombak Besar, Tim SAR Terjun Cari Korban di Perairan Kasilampe

"Kemudian, pukul 18.30 Wita, Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan dengan menggunakan KN SAR Pacitan untuk memberikan bantuan SAR," tambahnya.

Wahyudi menambahkan jarak tempuh lokasi kejadian dengan Dermaga Basarnas Kendari sekitar 29 mil laut.

"Unsur yang terlibat Rescuer KPP Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan ABK KN SAR Pacitan," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved