Berita Sulawesi Tenggara

Transaksi Digital di Sulawesi Tenggara Masih Minim, Masyarakat Didorong Pakai Pembayaran Nontunai

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat transaksi digital atau non tunai di Bumi Anoa masih sangat minim.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aryo Wibowo T Prasetyo 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat transaksi digital atau non tunai di Bumi Anoa masih sangat minim.

Berdasarkan catatan, di antara 17 kabupaten dan kota di Sultra, baru Kota Kendari yang mendapatkan predikat Pemda Digital secara nasional.

Di mana, predikat tersebut untuk melihat daerah yang telah menerapkan transaksi digital atau nontunai, pengukuran dilakukan Juli dan November setiap tahun.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aryo Wibowo T Prasetyo mengatakan perbandingan penggunaan QRIS di Sultra dan daerah lain sangat jauh berbeda.

"Dari pengguna baru QRIS saja Sultra masih sangat tertinggal berbeda dengan daerah lainnya, misalnya saja Bali," katanya, Jumat (15/7/2022).

Baca juga: Perputaran Ekonomi di Sulawesi Tenggara Masih Lambat, Faktor Transaksi Digital Masih Minim

Lanjutnya, jika dibandingkan Bali dengan target yang diberikan sebanyak 250.000 pengguna baru, sampai Juli 2022 ini telah mencapai 162.000 user.

Bandingkan dengan Sultra dari target yang diberikan sebanyak 84.000 pengguna baru sampai Juli 2022 ini baru mencapai 27.000 user saja.

"Iya, artinya transaksi masyarakat seperti di warung kopi, minimarket dan beberapa tempat lainnya banyak yang melakukan transaksi tunai, dan sangat minim transaksi digital," jelasnya.

Interpretasi tersebut tentunya dapat tercermin dalam data keuangan Bank Indonesia Sultra dan perbankan pada saat menjelang Lebaran.

Kata dia, jelang Lebaran dana yang mengalir melalui perbankan mencapai Rp1,4 triliun secara tunai, sedangkan transaksi melalui digital hanya mencapai Rp14 miliar.

Baca juga: 104 Fintech Lending Terdaftar di OJK, Nilai Transaksi Capai Rp19,2 Triliun Sepanjang 2021

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved