Berita Sulawesi Tenggara

Perputaran Ekonomi di Sulawesi Tenggara Masih Lambat, Faktor Transaksi Digital Masih Minim

Sulawesi Tenggara (Sultra) bisa dikatakan perputaran ekonomi masih melambat. Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra Aryo Wibowo.

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Aryo Wibowo saat mengisi pembicara dalam Webinar Ekonomi 2022 pada Sabtu (25/6/2022) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bisa dikatakan perputaran ekonomi masih melambat.

Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia atau BI Sultra, Aryo Wibowo dalam mengisi Webinar Ekonomi 2022 pada Sabtu (25/6/2022).

Aryo menuturkan faktor ekonomi di Sulawesi Tenggara melambat salah satunya karena masih minim penggunaan pembayaran secara digital.

"Tantangannya itu dia melek terhadap penggunaan pembayaran digital di Sultra masih kurang dibandingkan kalau kita melihat di daerah Jawa yang serba digital," tuturnya.

Baca juga: Kekurangan Dokter di Sultra, Universitas Muhammadiyah Kendari Siap Buka Fakultas Kedokteran

Namun ia menjelaskan pada triwulan sebelumnya, perekonomian Sultra tumbuh sebesar 5.0 persen, mengalami moderasi pada triwulan 1 2022 ini.

Pertanian merupakan sektor paling menunjang dalam pertumbuhan perekonomian di Sulawesi Tenggara.

Disisi lain inflasi sektor perikanan pun kini masih dirasakan di Sultra.

Terlebih saat permintaan bahan pangan itu cukup besar misalnya pada hari raya keagamaan. 

BI Sultra juga menyebut permintaan mitra dagang Tiongkok jadi faktor tumbuhnya ekonomi di Sultra.

Baca juga: Ini Format Indonesia International Marathon 2022, Ada 4 Kategori Lomba di Objek Wisata di Bali

"Akselarasi pertumbuhan ekonomi di Sultra pada triwulan I 2022 didorong peningkatan kinerja ekspor sehubungan dengan peningkatan permintaan mitra dagang Tiongkok," katanya.

Lebih jelas kata dia, hal itu mendorong pelaku perusahaan untuk merealisasikan investasi dalam rangka ekspansi perusahaannya.

Webinar tersebut diusung Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo atau FEB UHO Kendari.

Selain perwakilan BI Sultra, webinar ini juga turut dihadiri perwakilan dari Kantor Pelayanan Pajar atau KKP Pratama Kendari. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved