Pak RT Perumahan Irjen Ferdy Sambo Tersinggung CCTV Kompleks Diganti: Perintahkan Satpam Seenaknya
"Terus terang aja saya juga kesel, saya dianggap apa sih, ini maaf saja ya, saya ini Jenderal lho, meskipun RT," ujar Pak RT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Irjen-Pol-Purn-Seno-Sukarto-Ketua-RT-ferdy-sambo.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Muncul pengakuan soal kamera CCTV dari Ketua RT kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Mayjen (Purn) Seno Sukarto.
Seno merasa tersinggung dirinya sebagai ketua RT tidak diberitahu soal penggantian CCTV di perumahannya.
Bahkan ia menyebut sosok yang mengganti CCTV juga bertindak semena-mena pada satpam kompleks.
Baca juga: CCTV Perumahan Irjen Ferdy Sambo Diganti, Pak RT Ngaku Kesal: Yang Ganti Pakai Seragam Polisi
Meski menjabat sebagai ketua RT, Seno juga tidak dibertahu alasan CCTV diganti.
Diketahui, kasus polisi tembak polisi yang melibatkan Brigadir J dan Bharada E memang menemui banyak kejanggalan.
Baca juga: Beda, Begini Penampakan Senjata Bharada E dan Brigadir J saat Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam
Awalnya CCTV rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang menjadi TKP penembakan rusak.
Kini muncul kabar bahwa CCTV kompleks perumahan itu juga sudah diganti sejak Sabtu (9/7/2022).
"CCTV yang di (bagian perekam) alatnya yang di pos itu diganti hari Sabtu lalu."
"(Yang melakukan penggantian) ya dari mereka (orang-orang yang tak dikenal)."
"Maaf ya, sampai sekarang saya ketemu (yang punya rumah atau Ferdy Sambo) saja, tidak."
"Jadi untuk menanyakan (alasan) mengapa CCTV itu diganti, itu tidak (sempat)," kata Seno dikutip dari tayangan Kompas Tv, Kamis (14/7/2022).
Baca juga: Istri Ferdy Sambo Alami Gangguan Tidur Parah, Psiokolog: Keadaannya Sangat Tidak Stabil
Yang membuat Seno heran, ia baru mengetahui kejadian penggantian CCTV itu pada hari Senin (11/7/2022).
Tepat di mana peristiwa naas polisi tembak polisi di rumah Kadiv Ferdy Sambo dirilis dan dibuka ke masyarakat umum.
Padahal peristiwa nahas polisi tembak polisi hingga menewaskan Brigadir J itu terjadi selang sehari sebelumnya, Jumat (8/7/2022).
"Karena saya taunya (CCTV diganti) pada hari Senin," sambung Seno.