UHO Kendari

Karakter Spiritual dan Sosial Penting Bagi Mahasiswa di Sulawesi Tenggara Hadapi Era Society 5.0

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo Kendari menggelar Seminar Nasional.

Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (HMJ FKIP UHO) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Seminar Nasional, pada Kamis (14/7/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (HMJ FKIP UHO) Kendari menggelar Seminar Nasional.

Dalam Seminar Nasional turut menghadirkan, Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Dr H Nur Alim, dan Rektor STIE AMKOP Makassar, Dr Bahtiar Maddatuang, pada Rabu (14/7/2022).

Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Dr H Nur Alim mengatakan ada dua karakter penting dalam hidup manusia yang diperlukan pada era ke depan.

"Karakter spiritual dan sosial, jadi mahasiswa nantinya harus mempunyai kemampuan berkolaborasi, dan komunikasi dalam hal bersosial," katanya.

Lebih lanjut kata dia, kedua karakter ini telah menjadi jati diri keindonesiaan dan jati diri sebagai masyarakat religius yang berdasarkan Pancasila.

Baca juga: Pendidikan di Sultra Dinilai Lebih Maju, Kualitas Pengajar, Sarana dan Prasarana Harus Ditingkatkan

"Ya, di mana sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Jika ini hilang maka akan tergerus juga sila pertama dari Pancasila," jelasnya.

Dr H Nur Alim menerangkan, terlebih mahasiswa kini diperhadapkan dengan era Society 5.0 yang nilai kemanusiaan bakal mulai berkurang.

"Jadi auto kritik era Revolusi Industry 4.0 ini dan kemudian akan menjadi perhatian, aksentuasi dan menjadi penekanan terhadap aspek-aspek etika, karakter, kepribadian," ujarnya.

"Namun, tetap harus menggunakan dan memanfaatkan dukungan kemajuan teknologi dan aplikasi," tambahnya.

Kata dia, maka solusinya ialah kemajuan teknologi dan nilai budaya harus jalan beriringan agar realisasi generasi emas pun dapat tercapai.

Baca juga: Alumni Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo Kendari Bakal Gelar Reuni Akbar

"Itu harus berjalan seiringan, kalau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) maju tetapi aspek kemanusiaan dan karakter itu juga tidak tertinggal," terangnya.

"Manusia ingin aman dan nyaman dalam hidup dengan menggunakan TIK harus memiliki karakter dan kepribadian," imbuhnya.

Sementara itu, Rektor STIE AMKOP Makassar, Dr Bahtiar Maddatuang menuturkan tantangan ke depan mahasiswa kini harus mampu beradaptasi dengan inovasi yang kian hari kian canggih.

"Kita punya skill, keterampilan dan kita juga harus mempunyai kompetensi untuk daya bersaing karena di era ke depan itu sudah semakin besar tingkat persaingan," tuturnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved