Berita Konawe

Pengelolaan Wisata Pantai Batu Gong Jadi Sorotan DPRD Konawe, Begini Respons Dinas Pariwisata

Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe merespons sorotan salah satu anggota DPRD Konawe soal pengelolaan wisata Pantai Batu Gong.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Arman Tosepu
Kepala Dinas Pariwisata Konawe, Muhammad Nur 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe merespons sorotan salah satu anggota DPRD Konawe soal pengelolaan wisata Pantai Batu Gong.

Sebelumnya, anggota DPRD Konawe, Ulfiah menyoroti pengelolaan wisata Pantai Batu Gong, tidak terdapat plang pemberitahuan dan pengawasan sehingga menelan korban jiwa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Konawe, H Muhammad Nur mengatakan, insiden yang menewaskan seorang anak di pantai tersebut merupakan sebuah kecelakaan.

"Kita berharap tidak terulang lagi di masa-masa yang akan datang," kata Muhammad Nur di ruang kerjanya, Selasa (28/6/2022).

Ia melanjutkan, pihaknya berencana akan turun lapangan pada Kamis (30/6/2022) mendatang untuk memasang papan pengumuman peringatan.

Baca juga: Kerap Makan Korban, Anggota DPRD Konawe Soroti Pengelolaan Wisata Pantai Batu Gong

Kata dia, plang tersebut nantinya akan memuat tulisan berupa larangan berenang lebih 50 meter dari bibir pantai.

"Hal tersebut yang kami diskusikan tadi dengan teman-teman terkait kejadian kemarin di Pantai Batu Gong," lanjutnya.

Ia menambahkan Dinas Pariwisata Konawe mengeluarkan perhatian keras terkait insiden yang terjadi di Pantai Batu Gong.

"Jadi plang tersebut juga akan dipasang sebanyak empat titik di pantai tersebut," ujar Kepala Dinas Pariwisata Konawe.

Muhammad Nur membantah, pihaknya tidak terlibat dalam rapat atau musyawarah yang dilakukan sebelumnya.

Baca juga: Kronologi Remaja Korban Tenggelam di Pantai Batu Gong Konawe Sultra Ditemukan Meninggal Dunia

Dalam musyawarah tersebut, kata Muhammad Nur, sudah diputuskan akan dipasang plang pemberitahuan.

"Saya kira dari Dinas Pariwisata tidak ada, nanti ini baru bisa kita lakukan karena harapan kita tidak terjadi lagi," ujarnya.

Selain itu, Muhammad Nur menyebut, pihaknya berencana menggelar ritual adat Mosehe (tolak bala) di pantai tersebut.

Ia menjelaskan, gelaran ritual itu juga merupakan saran dari beberapa masyarakat sekitar Pantai Batu Gong. (*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved