Kamis, 23 April 2026

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-112: Pejuang di Sievierodonetsk Diminta Letakkan Senjata

Zelenskyy sebut hasil pertempuran untuk Donbas akan menentukan arah perang; Rusia minta pasukan Ukraina di Sievierodonetsk untuk menyerah.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-112: Pejuang di Sievierodonetsk Diminta Letakkan Senjata
Layanan Pers Angkatan Darat Ukraina via Reuters
Pasukan Ukraina duduk di atas kendaraan lapis baja di wilayah Ukraina timur, 19 April 2022. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Perang yang terjadi di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Rabu (15/6/2022) terhitung telah berlangsung selama 112 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini dengan memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina sejak Kamis (24/2/2022) lalu.

Putin lantas menyebut seranganya itu sebagai 'operasi militer khusus' yang bertujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Konflik bersenjata antara dua negara yang bertetangga itu hingga kini terus berlanjut dan belum tampak akan berakhir atau berdamai.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-111: Invasi Putin Diprediksi Berlanjut hingga 2 Tahun

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-112 perang Rusia dengan Ukraina:

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan hasil pertempuran untuk wilayah Donbas akan menentukan jalannya perang.

Zelenskyy menambahkan bahwa pasukan Ukraina menderita "kerugian yang menyakitkan" di Sievierodonetsk dan Lysychansk.

Pertempuran untuk Sievierodonetsk di Luhansk sekarang menjadi pertarungan terbesar di Ukraina ketika para pembelanya mencoba untuk mengusir serangan gencar Rusia di kota-kota kembar di wilayah timur.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-110: Pasukan Putin Hancurkan Jembatan Rute Evakuasi Warga Sipil

- Rusia telah mengatakan kepada pasukan Ukraina yang bersembunyi di pabrik kimia Azot Sievierodonetsk untuk meletakkan senjata mereka pada Rabu pagi.

Pejuang harus “menghentikan perlawanan mereka yang tidak masuk akal dan meletakkan senjata” mulai pukul 8 pagi waktu Moskow (5 pagi GMT).

Hal itu diserukan Mikhail Mizintsev, selaku Kepala Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia kepada kantor berita Interfax.

- Rusia mengatakan akan mendirikan koridor kemanusiaan pada Rabu untuk warga sipil yang terperangkap yang berusaha melarikan diri dari pertempuran sengit di Sievierodonetsk.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-108: Pasukan Putin Hancurkan Ribuan Gedung Tinggi di Mariupol

Gubernur Luhansk Serhiy Haidai mengatakan sekitar 500 warga sipil, termasuk 40 di antaranya anak-anak, berlindung dari serangan berat Rusia di pabrik kimia Azot.

- Zelenskyy mengulangi seruannya kepada Barat untuk meningkatkan penyediaan senjata berat ke Ukraina.

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar mengatakan bahwa negaranya hanya menerima 10 persen dari apa yang diminta dan tidak ada jalan menuju kemenangan tanpa bantuan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved