Kisah Subhan ST, Kebakaran Pasar Memantiknya hingga Menjabat Ketua DPRD Kendari Sulawesi Tenggara

Subhan ST tak pernah menyangka mampu menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakrayat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Laode Ari | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan ST. Ia berbagi kisah hidupnya hingga menjadi politikus PKS dan menduduki kursi legislatif di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Subhan ST tak pernah menyangka mampu menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakrayat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sosok yang dulunya pontang-panting di tanah rantau hingga menjadi pedagang di pasar, secara mendesak menjadi politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bahkan kini menjabat Ketua DPRD Kendari.

Ternyata, "keajaiban" itu dipantik oleh kebakaran hebat di Pasar Baru, Kota Kendari, Provinsi Sultra, menahun silam.

Subhan bebagi kisah ini ketika datang sebagai bintang tamu mengisi bincang-bincang di kanal YouTube TribunnewsSultra.com pada Senin (13/6/2022) siang Wita.

Ia mengatakan, pernah merambah beragam jenis pekerjaan, sebelum memutuskan menjadi politikus PKS seperti saat ini.

Baca juga: Pemerintah Kota Kendari Bakal Bangunkan Rumah Bagi Korban Kebakaran di TPA Puuwatu

Subhan mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Teknik Mesin Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar.

Lulus kuliah, ia memilih bekerja sebagai peagwai di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Kabupaten Buton Tengah, sebagai operator mesin.

Karena alasan pribadi, ia memutuskan berhentik dari pekerjaan di PDAM Kabuten Buton Tengah.

Subhan memutuskan merantau ke Batam untuk mengadu nasib.

Di Batam, ia mencoba melamar di beberapa perusahaan dan akhirnya diterima.

Selama bekerja di Batam, Subhan mencoba menggeluti dunia bisnis.

Bebarapa tahun mengasah diri di Batam, Subhan pun memutuskan pulang kampung. Memulai usaha secara mandiri.

Subhan memilih menjadi pedagang karena sudah terbiasa membantu orangtua yang juga pedagang.

"Usaha dagang itu memang sudah saya lakukan dari  saya masih anak kecil karena membantu orangtua," ujarnya.

Ia membeberkan, sedikit sinisme orang-orang terdekat di kampung halamannya menghiasi keputusannya.

Baca juga: Pendaftaran PPDB 2022/2023 di Kendari, Dikmudora Tetapkan Jumlah Rombongan Belajar Tiap Sekolah

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved