Berita Sulawesi Tenggara

BKKBN Sultra Sosialisasi Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Stunting di Kolut, Hadir 15 Kecamatan

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Sulawesi Tenggara (BKKBN Sultra) mengelar sosialisasi di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Sulawesi Tenggara (BKKBN Sultra) mengelar sosialisasi di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Sosialisasi tersebut tentang verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting dan New Siga (Sistem Informasi Keluarga). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Sulawesi Tenggara (BKKBN Sultra) mengelar sosialisasi di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Sosialisasi tersebut tentang verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting dan New Siga (Sistem Informasi Keluarga).

Koordinator Bidang ADPIN Agus Salim bersama Tim Sub Koordinator Bidang Data dan Informasi BKKBN Sultra melaksanakan kegiatan ini dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Bumi Anoa.

Kegiatan sosialisasi panduan verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting dan New Siga dihadiri sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kolut, Kamal Mustafah mengharapkan kepada semua peserta pelatihan untuk serius mengikuti sosialisasi dan memahami dengan baik apa yang disampaikan.

Baca juga: BKKBN Sultra Gelar Pembinaan Verifikasi dan Validasi Data Stunting dan New Siga di Kabupaten Kolaka

"Harapan kami jumlah keluarga berisiko stunting dapat ditekan seminimal mungkin," harapnya, Jumat (3/6/2022).

"Dengan diadakannya sosialisasi ini, kami berharap ke depannya peserta PKB dan Tenaga Pengelola Operator Data khususnya di Kabupaten Kolaka Utara dapat bekerja secara optimal," tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang ADPIN Agus Salim, yang memimpin acara tersebut menjelaskan, sosialisasi dilakukan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada peserta.

Kata dia, pengetahuan ini soal mekanisme pengisian dan penginputan instrument formulir keluarga risiko stunting (R/1/KRS) lewat aplikasi berbasis excel/app sheet pada Android dengan baik dan benar.

"Sehingga dapat menghasilkan data keluarga risiko stunting secara valid dan akurat yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penajaman intervensi terhadap keluarga berisiko stunting," jelasnya.

Baca juga: Kepala BKKBN Sultra Berbagi Tips Cegah Stunting Sejak Dini Bagi Calon Pengantin di Sulawesi Tenggara

Ia mengatakan verifikasi dan validasi ini, bertujuan menyinkronkan kembali data keluarga risiko stunting pada pendataan keluarga tahun 2021 (PK21) yang dimungkinkan dapat terjadi perubahan tahun ini.

Kata dia, PK21 telah dilaksanakan sebelumnya, maka perlu verifikasi dan validasi data mencocokkan kembali data keluarga berisiko stunting saat ini masih sama atau sudah mengalami perubahan.

"Data keluarga berisiko stunting yang dinamis dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga diperlukan verifikasi dan validasi data sasaran keluarga risiko stunting secara valid dan akurat," jelasnya.

"Nantinya dari data tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penajaman intervensi terhadap keluarga berisiko stunting," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved