Berita Kolaka Utara

Kasatreskrim Polres Kolut Sebut Situasi Pascabentrok 2 Kelompok di Kolaka Utara Kini Mulai Kondusif

Situasi terkini pascabentrok antara dua kelompok warga di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini mulai kondusif.

Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Situasi terkini pascabentrok antara dua kelompok warga di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini mulai kondusif. Hal ini dikatakan Kasatreskrim Polres Kolut, AKP Husni Abda saat dikonfirmasi tim TribunnewsSultra.com melalui WhatsApp Messenger, Kamis (2/6/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Situasi terkini pascabentrok antara dua kelompok warga di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini mulai kondusif.

Hal ini dikatakan Kasatreskrim Polres Kolut, AKP Husni Abda saat dikonfirmasi tim TribunnewsSultra.com melalui WhatsApp Messenger, Kamis (2/6/2022).

"Iya, untuk situasi saat ini kondusif dan permasalahan kemarin tidak sampai melebar," jelas AKP Husni Abda.

Sebelumnya, diketahui dua kelompok di Desa Mataleuno, Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) sempat memanas akibat bentrok.

Insiden bentrok tersebut terjadi antara dua kelompok warga setempat yang berselisih karena patok batas.

Baca juga: 6 Orang Emak-emak di Kolaka Gadaikan 11 Mobil Rental untuk Foya-foya, Kini Ditahan

Akibat bentrok tersebut, satu warga setempat meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka.

AKP Husni Abda mengatakan tim Polres Kolaka Utara terus bekerja sama dengan kepolisian sektor terkait untuk meredakan dua kelompok warga agar kejadian serupa tak terulang.

"Setelah kejadian ini, personel Polres Kolut langsung membackup kepolisian sektor. Jadi situasi langsung terkendali dan fokus membawa para pelaku yang terlibat ke tempat pelayanan kesehatan," tuturnya.

Lebih lanjut, AKP Husni Abba menerangkan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengembangkan kasus tersebut.

"Untuk prosesnya saat ini dalam tahap memeriksa saksi-saksi di TKP dan menyita barang bukti berupa tujuh bilah parang dari masing-masing kelompok," ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved