Berita Sulawesi Tenggara

BPS Sulawesi Tenggara Catat Nilai Tukar Petani di Sultra Mei 2022 Turun Sebesar 0,68 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan sebesar 0,68 persen.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
BPS Sulawesi Tenggara Catat Nilai Tukar Petani di Sultra Mei 2022 Turun Sebesar 0,68 Persen 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan sebesar 0,68 persen.

Catatan tersebut berdasarkan pantauan harga pedesaan di kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, jika dibandingkan NTP April 2022, yaitu sebesar 100,65 menjadi 99,97 pada Mei 2022.

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti mengatakan penurunan NTP pada Mei 2022 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih rendah dibandingkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi.

Indeks tersebut baik dari rumah tangga maupun biaya produksi dan penambahan barang modal yang juga mengalami kenaikan.

Baca juga: Gubernur Sultra Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Jawab Benar dan Jujur

"Jadi, penurunan NTP Mei 2022 dipengaruhi oleh turunnya NTP tiga subsektor pertanian," ucapnya melalui keterangan resmi, Kamis (2/6/2022).

"Yaitu Tanaman Pangan sebesar 1,34 persen, Hortikultura sebesar 0,97 persen, dan Perkebunan Rakyat sebesar 1,12 persen," tambahnya.

Sedangkan, subsektor lainnya mengalami kenaikan yaitu Peternakan naik sebesar 0,90 persen dan Perikanan sebesar 1,06 persen.

Agnes menjelaskan NTP pada masing-masing subsektor, Tanaman Pangan (NTPP) 97,03, Hortikultura (NTPH) 109,12, Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 97,08.

"Subsektor Peternakan (NTPT) 106,85, Perikanan (NTNP) 106,66. Sedangkan Indeks NTP Nasional sebesar 105,41 atau turun sebesar 2,81 persen dari bulan sebelumnya sebesar 108,46," tuturnya.

Baca juga: Anjungan Dukcapil Mandiri Kini Hadir di Sulawesi Tenggara, Ali Mazi Sebut Agar Terhindar Calo

Secara nasional pada Mei 2022 terdapat lima provinsi mengalami kenaikan NTP, sedangkan 29 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP.

Kenaikan tertinggi tercatat di Provinsi Jawa Tengah yaitu sebesar 1,02 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat di Provinsi Riau sebesar 14,57 persen.

Kemudian, pada Mei 2022 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Sulawesi Tenggara sebesar 0,80 persen.

"Kenaikan IKRT itu disebabkan oleh kenaikan nilai indeks pada hampir semua kelompok pengeluaran khususnya kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau," jelasnya.

Untuk diketahui, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

Baca juga: Update Harga Emas Batangan dan Perhiasan Terbaru di Kota Kendari Sulawesi Tenggara Juni 2022

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved