Rabu, 13 Mei 2026

Pengakuan Tentara Rusia saat Bunuh Kakek-kakek Ukraina: Gugup, Kini Pasrah Terima Hukuman

Vadim Shysimarin (21) tentara Rusia yang jalani sidang kejahatan perang di Ukraina mengaku gugup saat bunuh kakek-kakek bersepeda.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
zoom-inlihat foto Pengakuan Tentara Rusia saat Bunuh Kakek-kakek Ukraina: Gugup, Kini Pasrah Terima Hukuman
Reuters via The Guardian
Kateryna Shalipova, istri korban (atas) bereaksi selama persidangan Vadim Shishimarin (Baju Training Abu), tentara Rusia yang tembak mati kakek-kakek warga sipil Ukraina. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Tentara Rusia bernama Vadim Shysimarin (21), terdakwa kasus kejahatan perang mengikuti persidangan hari ketiga di Ibu Kota Ukraina, Kyiv pada Jumat (20/5/2022).

Komandan Tank Rusia itu didakwa setelah menembak mati kakek-kakek yang merupakan warga sipil Ukraina, Oleksandr Shelipov (62).

Peristiwa penembakan di tengah berlangsungnya invasi pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina ini terjadi di Desa Chupakhivka, Sumy, Ukraina pada 28 Februari 2022 lalu.

Shysimarin menembak mati Shelipov, saat korban tengah bersepeda di dekat rumahnya dan dalam keadaan tak bersenjata.

Baca juga: Update Perang di Ukraina Hari Ke-88: Moskow Putus Pasokan Gas Finlandia dan Larang Biden Masuk Rusia

Adapun dalam persidangan hari ketiga itu, Shysimarin menyatakan bahwa dia akan menerima hukuman atas kejahatan perang di Ukraina.

Vadim Shysimarin (21) tentara Rusia yang jalani sidang kejahatan perang di Ukraina pada Jumat (20/5/2022) mengaku gugup saat bunuh kakek-kakek bersepeda.
Vadim Shysimarin (21) tentara Rusia yang jalani sidang kejahatan perang di Ukraina pada Jumat (20/5/2022) mengaku gugup saat bunuh kakek-kakek bersepeda. (The Guardian/Alessio Mamo)

Komandan tank Vadim Shysimarin, 21, mengatakan kepada pengadilan bahwa dia 'gugup' dan 'tidak ingin membunuh' warga sipil tak bersenjata

Dilansir TribunnewsSultra.om dari The Guardian pada Minggu (22/5/2022), Shysimarin mengatakan dalam ruang sidang No 201 Pengadilan Kyiv bahwa dia “gugup tentang apa yang sedang terjadi” saat hari tewasnya Shelipov.

Shysimarin juga mengatakan bahwa dia “tidak ingin membunuh”.

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-87: Pasukan Terakhir Azovstal Menyerah, Rudal Rusia Hantam Pusat Budaya Ukraina

“Saya benar-benar dan dengan tulus minta maaf. Saya tidak ingin itu terjadi, saya tidak ingin berada di sana, tetapi itu terjadi. Saya ingin meminta maaf sekali lagi." ujarnya.

"Dan saya akan menerima semua hukuman yang akan diberikan kepada saya.” imbuh Shysimarin yang mengenakan hoodie abu-abu dan biru sembari berdiri di balik bilik kaca terdakwa dengan kepala menunduk.

Sebelumnya, pada Kamis (19/5/2022), selama sidang kedua, Shysimarin meminta istri korban untuk memaafkannya atas pembunuhan terhadap suaminya.

Jaksa juga telah meminta hakim untuk menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Shysimarin.

Baca juga: 850 Gerai McDonald di Rusia Bakal Beroperasi dengan Nama Baru setelah Diborong Miliarder Govor

Dalam argumen penutup, pengacara Shysimarin yakni Viktor Ovsyannikov menyebut bahwa kliennya tidak bersalah atas pembunuhan berencana dan kejahatan perang.

Untuk itu Ovsyannikov meminta hakim untuk membebaskan Shysimarin.

Dalam wawancara dengan Guardian di akhir persidangan, Ovsyannikov mengatakan kliennya membunuh seorang warga sipil atas perintah dan karena itu dia tidak menganggapnya sebagai pelanggaran aturan perang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved