Berita Konawe

174 Narapidana Rutan Kelas II B Unaaha Konawe Sulawesi Tenggara Dapat Remisi Khusus Idulfitri 2022

Sebanyak 174 narapidana yang beragama muslim di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Unaaha mendapatkan remisi khusus Hari Raya Idulfitri 1443 H.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Sebanyak 174 narapidana yang beragama muslim di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Unaaha mendapatkan remisi khusus Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah, Senin (2/5/2022). Agenda pembacaan remisi dilaksanakan usai salat Id di Mesjid Al Muhajirin Rutan Kelas II B Unaaha yang dibacakan langsung oleh Kepala Rutan Kelas II B Unaaha, Herianto. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Sebanyak 174 narapidana yang beragama muslim di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Unaaha mendapatkan remisi khusus Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah, Senin (2/5/2022).

Agenda pembacaan remisi dilaksanakan usai salat Id di Mesjid Al Muhajirin Rutan Kelas II B Unaaha yang dibacakan langsung oleh Kepala Rutan Kelas II B Unaaha, Herianto.

Saat Herianto membacakan remisi tersebut, disambut tepuk tangan meriah dari para narapidana di Rutan Kelas II B Unaaha.

Sebanyak 174 narapidana mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan sebanyak 15 hari hingga dua bulan.

"Remisi adalah pengurangan masa tahanan yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah berkelakuan baik selama menjadi warga binaan pemasyarakatan," kata Kepala Rutan Kelas II B Unaaha, Herianto.

Baca juga: 323 Warga Binaan Lapas Kelas II A Baubau Terima Remisi Idulfitri 2022, Satu Orang Langsung Bebas

Ia menambahkan, remisi ini juga semacam reward bagi narapidana karena selama ini sudah berkelakuan baik dan  mengikuti semua program pembinaan dengan baik.

Kata dia, para narapidana yang diusulkan mendapat remisi itu merupakan narapidana yang telah menjalani masa tahanan minimal 6 bulan sejak ditetapkan bersalah oleh pengadilan.

Herianto menjelaskan, pengusulan remisi dilakukan melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) oleh Subseksi Pelayanan Tahanan yang terintegrasi langsung dengan sistem Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Selain itu, kata Herianto, proses pengusulan remisi ini tidak dipungut biaya sepeserpun dan ketetapan jumlah remisi yang diberikan sesuai dengan lama pidana yang sudah dijalani sehingga tidak bisa dimanipulasi.

"Untuk pemberian layanan hak remisi bagi warga binaan yang telah memenuhi persyaratan ini sesuai dengan prosedur dan tidak di pungut biaya sepeserpun," ujarnya.

Baca juga: Kepala Kanwil Kemenag Sultra Jadi Khatib Salat Idulfitri dengan Kondisi Lengan Kanan Dililit Perban

Untuk diketahui, pemberian remisi khusus Lebaran Idulfitri juga diharapkan dapat memotivasi para narapidana mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari.

Kemudian, narapidana selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang dijalani. (*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved