Idulfitri 2022

Arus Mudik di Pelabuhan Nusantara Masih Normal, KSOP Kendari Prediksi Lonjakan Penumpang H-3 Lebaran

Dari pantauan TribunnewsSultra.com arus mudik di Pelabuhan Nusantara Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara masih normal pada Senin (25/4/2022). 

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Suasana arus mudik di Penumpang di Pelabuhan Nusantara Kendari masih terpantau normal, Senin (25/4/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Arus mudik lebaran diprediksi akan terjadi di H-7 hari raya Idul Fitri 1443 H

Namun, dari pantauan TribunnewsSultra.com arus mudik di Pelabuhan Nusantara Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara masih normal pada Senin (25/4/2022). 

Terlihat penumpang kapal Kendari-Raha-Bau-bau itu memang ramai, namun masih belum memenuhi kapasitas kapal yang digunakan. 

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari, Agus Winartono. 

Baca juga: Detik-detik Perempuan Berkerudung Diduga Mengambil Barang Toko Pakaian di Ladongi Kolaka Timur

Ia mengatakan kondisi lonjakan penumpang hingga H-7 lebaran ini belum terjadi, khususnya di Pelabuhan Nusantara. 

Namun pihaknya tetap bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan lonjakan di H-3 lebaran atau pada tanggal 29 Arpil mendatang. 

"Padahal prediksi kita, lonjakan penumpang terjadi hari H-7 untuk yang mudik. Tapi kita tetap tunggu mungkin nanti sekira tanggal 29 akan terjadi lonjakan," kata Agus Winartono. 

KSOP Kendari prediksi lonjakan penumpang mudik bakal terjadi pada H-3 lebaran
KSOP Kendari prediksi lonjakan penumpang mudik bakal terjadi pada H-3 lebaran ((Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com))

Hal itu sudah di antisipasi pihaknya dengan menyediakan moda transportasi laut sebanyak 43 unit armada kapal termasuk kapal veri. 

Belum terjadinya lonjakan arus mudik dilihat dari penggunaan kapal. Kata dia, hingga saat ini sekiranya masih 27 unit kapal yang beroperasi dan belum ada yang mengalami over load atau kelebihan muatan. 

Tiap kapal itu berbeda-beda kapasitas muatannya, ada yang bermuatan 700 penumpang sampai dengan 1000 penumpang. 

Baca juga: Ruksamin dan Endang Bareng Lagi, Kini Mulai Buka-bukaan Soal Bursa Calon Gubernur Sulawesi Tenggara

"27 kapal yang terisi belum sampai segitu, belum sampai kapasitas full, baru sampai 70 persen dari kapasitas full. Apa lagi sampai over, belum terjadi.

Lanjutnya, jika memang sarana masih kurang dan terjadi over load penumpang, pihaknya akan segera meminta petunjuk dari pusat. 

"Kita minta arahan dulu, ada dispensasi ngga?, tapikan selama ini belum ada yang sampai over load, kapal banyak dengan rute yang sama," tutupnya. 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved