Anda Bertanya Ustadz Menjawab

Apakah Seseorang dengan Pekerjaan Berat Boleh Membatalkan Puasa? Simak Ini Penjelasannya

Ustaz H Sabaruddin LC menjelaskan hukum jika seseorang dengan pekerjaan yang berat membatalkan puasanya.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Ustaz H Sabaruddin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ustaz H Sabaruddin LC menjelaskan hukum jika seseorang dengan pekerjaan yang berat membatalkan puasanya.

Hal itu disampaikan dalam program "Anda Bertanya Ustadz Menjawab" melalui streaming Facebook resmi Tribunnews Sultra.

Ustaz H Sabaruddin mengatakan dalam ayat Al-Qur'an, Allah SWT berfirman bagi orang yang tidak mampu mengerjakan ibadah puasa karena pekerjaan berat yang dijalaninya dan dilakukan secara konsisten terus menerus maka cukup dengan membayar fidyah saja.

"Jika seseorang tidak mampu melakukan ibadah puasa karena suatu pekerjaan yang terus menerus maka cukup membayar fidyah saja, karena tidak sempat mengganti puasanya," ucapnya, Jumat (15/4/2022).

Baca juga: Cara Bayar Utang Puasa Ramadan Jika Lupa Jumlahnya, Simak Penjelasan Ustaz H Sabaruddin

Lanjutnya, karena jika seseorang tersebut memaksakan berpuasa sementara ia sedang melakukan pekerjaan yang berat maka akan menimbulkan mudarat atau bahaya di dalam dirinya.

Hal tersebut diperbolehkan dalam agama Islam, karena adanya halangan atau keadaan tertentu yang menghalanginya sehingga seorang tak bisa melaksanakannya.

"Tapi ketika selesainya bulan suci Ramadan dan ada kesempatan untuk menggantinya maka diwajibkan sesegera mungkin untuk mengganti puasanya," imbuhnya.

Namun, jika pekerjaan yang dilakukan tiap tahunnya tidak ada henti-hentinya maka cukup membayar fidyah tanpa perlu mengqada atau membayar puasanya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved