Breaking News

Rangkuman Hari Ke-33 Perang Rusia Vs Ukraina: Komentar Biden Mengkhawatirkan, Kebakaran di Chernobyl

Simak rangkuman hari ke-33 perang Rusia dan Ukraina pada Senin (28/3/2022).

Editor: Ifa Nabila
AP/Nariman El-Mofty
Asap mengepul di udara di Lviv, Ukraina barat pada Sabtu, 26 Maret 2022. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Simak rangkuman hari ke-33 perang Rusia dan Ukraina pada Senin (28/3/2022).

Berbagai peristiwa penting terjadi sejak invasi Rusia pada 24 Februari 2022 lalu.

Keadaan juga semakin memanas meski telah dilakukan berbagai perundingan,

Terjadi kebakaran di dekat Chernobyl dan kekhawatiran Rusia bakal memecah Ukraina menjadi dua, seperti Korea Utara dan Korea Selatan.

Baca juga: Bertemu Tatap Muka di Turki, Gencatan Senjata Jadi Fokus Ukraina dalam Perundingan dengan Rusia

Diberitakan Kompas.com, berikut rangkumannya:

1. Zelenskyy pelajari netralitas

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, negosiator Kyiv sedang mempelajari permintaan Rusia untuk netralitas Ukraina yang sebelumnya ditolak oleh Kyiv.

Berbicara menjelang pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia di Turki, Zelenskyy berujar, "Poin negosiasi ini dapat dimengerti oleh saya dan sedang dibahas, sedang dipelajari dengan cermat."

Dia juga mengakui akan mustahil untuk mendorong Rusia keluar dari semua wilayah Ukraina, dan untuk melakukannya berarti Perang Dunia III.

Baca juga: Eks Pemilik Chelsea Roman Abramovich Diduga Keracunan Senjata Kimia saat Perundingan Rusia-Ukraina

2. Rusia: Tidak ada kemajuan dalam pembicaraan

Kremlin mengatakan, putaran pembicaraan sebelumnya hanya membuat sedikit kemajuan.

"Sejauh ini kami tidak dapat menyatakan pencapaian atau terobosan yang signifikan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sambil memuji fakta bahwa kedua pihak sedang mempersiapkan pembicaraan tatap muka pertama mereka dalam beberapa minggu.

3. Komentar Biden mengkhawatirkan

Kremlin pada Senin (28/3/2022) mengatakan, deskripsi Presiden AS Joe Biden tentang Putin pada Sabtu (25/3/2022) sebagai tukang jagal yang tidak boleh tetap berkuasa adalah mengkhawatirkan.

"Kami akan terus memantau dengan cermat pernyataan presiden AS," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov tentang pernyataan tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved