Minggu, 10 Mei 2026

UPDATE Hari Ke-24 Perang: Rusia Disebut Menahan Jurnalis Ukraina hingga Kecaman Paus Fransiskus

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian pada hari ke-24 perang Rusia dengan Ukraina yang perlu diketahui.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
zoom-inlihat foto UPDATE Hari Ke-24 Perang: Rusia Disebut Menahan Jurnalis Ukraina hingga Kecaman Paus Fransiskus
Kolase Tangkapan Layar The Guardian | AP/Pavel Dorogoy
Kiri: Pada Minggu (13/3/2022) Paus Fransiskus mengeluarkan kecaman terberatnya terhadap perang di Ukraina, dengan mengatakan 'agresi bersenjata yang tidak dapat diterima' harus dihentikan. Berbicara kepada ribuan orang di Lapangan Santo Petrus untuk pemberkatan hari Minggu, Paus Fransiskus mengatakan pemboman rumah sakit dan sasaran sipil lainnya adalah biadab dan tidak memiliki alasan strategis yang sah. Kanan: Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di luar gedung apartemen setelah dihatam serangan rudal Rusia di Kharkiv, kota terbesar Ukraina. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Terhitung pada Sabtu (19/3/2022) perang antara pasukan militer Rusia melawan Ukraina telah berlangsung selama 24 hari.

Konflik bersenjata di antara kedua negara bertetangga ini diketahui dimulai sejak 24 Februari 2022 lalu.

Yakni setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk melancarkan serangan berskala penuh ke Ukraina.

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian pada hari ke-24 perang Rusia dengan Ukraina yang perlu diketahui:

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan waktunya telah tiba untuk perundingan damai.

Baca juga: Uni Eropa Berencana Salurkan Dana Miliaran Euro Hasil Penyitaan Aset Rusia kepada Ukraina

Ia juga memperingatkan bahwa akan membutuhkan beberapa generasi bagi Rusia untuk pulih dari kerugian yang diderita akibat perang.

Zelenskyy merilis video pidato yang mengatakan Ukraina menginginkan negosiasi yang bermakna dan jujur ​​dengan Moskow mengenai perdamaian dan keamanan tanpa penundaan, menurut laporan Reuters.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri) menyatakan bahwa dirinya terbuka untuk melakukan perundingan dengan Presiden Rusia Vladimir (kanan) Putin di Israel dengan syarat hanya jika ada gencatan senjata.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri) menyatakan bahwa dirinya terbuka untuk melakukan perundingan dengan Presiden Rusia Vladimir (kanan) Putin di Israel dengan syarat hanya jika ada gencatan senjata. (Kolase Tangkapan Layar US News | France24)

“Waktunya telah tiba untuk pertemuan, saatnya untuk berbicara.” ujar Zelenskyy yang juga menyebut pasukan Rusia sengaja memblokir pasokan kemanusiaan ke kota-kota Ukraina yang diserang.

- Posisi Ukraina tidak berubah dalam perundingan damai dengan Rusia, kata delegasi Ukraina Mykhailo Podolyak.

Sebelumnya, seorang anggota tim perunding Rusia mengatakan Moskow dan Kiev paling selaras dalam netralitas Ukraina untuk menyerah bergabung dengan NATO.

Baca juga: Pesawat Amerika Serikat Jatuh saat Ikut Latihan Militer NATO di Dekat Perbatasan Rusia

Podolyak menuduh pernyataan Rusia mencoba memprovokasi ketegangan di media.

- Menteri Dalam Negeri Ukraina Denys Monastyrsky mengatakan kepada Associated Press bahwa perlu waktu bertahun-tahun untuk menemukan dan menjinakkan semua persenjataan yang tidak meledak dari negaranya itu.

“Sejumlah besar peluru dan ranjau telah ditembakkan ke Ukraina dan sebagian besar belum meledak. Mereka (ranjau) tetap berada di bawah reruntuhan dan menimbulkan ancaman nyata. Butuh bertahun-tahun, bukan berbulan-bulan, untuk meredakannya.” ujar Monastyrsky.

- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memuji Fox News atas liputannya tentang perang di Ukraina.

Baca juga: Detik-detik Siaran TV Pidato Putin Yakin Rusia Menangkan Perang di Ukraina Mendadak Terputus

Hal itu disampaikannya selama wawancara di studio dengan jaringan yang dikendalikan negara Rusia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved