Breaking News:

Berita Kendari

Pengakuan Sepasang Kekasih Jadi Kurir Sabu, Direkrut Mantan Napi Narkoba, Dikendalikan dari Penjara

Berikut pengakuan sepasang kekasih jadi kurir sabu, direkrut eks narapidana narkoba dan dikendalikan dari dalam penjara.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Fadli Aksar
Pengakuan Sepasang Kekasih Jadi Kurir Sabu, Direkrut Mantan Napi Narkoba, Dikendalikan dari Penjara 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut pengakuan sepasang kekasih jadi kurir sabu, direkrut eks narapidana narkoba dan dikendalikan dari dalam penjara.

Sepasang kekasih itu yakni berinisial IR pria (19) dan H (19), mereka direkrut untuk mengedarkan sabu di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aksi nekad sepasang kekasih menjadi kurir barang haram itu terungkap setelah Direktorat Reserse dan Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra menangkap keduanya.

Keduanya ditangkap di sebuah kosan di Jl Pasaeno, Lorong Nirwana, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sultra, pada Kamis (6/1/2022) pukul 21.30 Wita.

Dari tangan keduanya, polisi mendapati 28 saset sabu atau seberat 266 gram di dalam mobil taxi online yang digunakan.

Baca juga: Pasangan Kekasih Ditangkap Polda Sultra Gegara Miliki Sabu, Ternyata Sang Pria Anak Lurah di Kendari

Keduanya lantas digelandang di Markas Polda Sultra, Jl Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Provinsi Sultra untuk diperiksa lebih lanjut.

Dalam wawancara khusus, salah seorang pelaku, IR mengaku baru dua kali mengedarkan barang haram tersebut.

Ia dan kekasihnya direkrut seseorang mantan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kota Kendari, Sultra.

"Awalnya ditawari pekerjaan, kerjanya hanya untuk mengedarkan sabu, saya terima," kata IR saat ditemui di Mapolda Sultra, Jumat (7/1/2022) siang.

Dikendalikan Narapidana

Setelah direkrut, keduanya dihubungkan dengan seorang narapidana yang masih menjalani hukuman penjara.

Baca juga: Pasangan Kekasih Ditangkap Polda Sultra Gegara Miliki Sabu, Ternyata Sang Pria Anak Lurah di Kendari

Melalui aplikasi BlackBerry, keduanya diperintahkan seorang narapidana ini untuk mengambil sabu yang sudah ditentukan lokasinya tersebut.

"Saya edarkan dengan sistem tempel, di jalan atau lokasi yang saya tentukan sendiri, setelah itu saya melapor bos yang ada di lapas," ungkapnya.

Jasa menjadi pengedar ini dilakoninya sudah dilakukan sebanyak dua kali, pertama kali, diupah Rp7 juta setelah mengedarkan 300 gram sabu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved