Breaking News:

Berita Kendari

Pelantikan Ketua BEM Universitas Halu Oleo Kendari Diundur, Dugaan Kecurangan saat E-Voting Diungkit

Pelantikan Ketua BEM UHO Kendari terpilih diundur dalam waktu yang tidak ditentukan, oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM).

Penulis: Husni Husein | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
GEDUNG REKTORAT - Kondisi Gedung Rektorat Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (17/12/2021). Kampus ini baru saja menggelar pemilihan Ketua BEM tahun 2021. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diundur.

Pelantikan Ketua BEM UHO Kendari terpilih diundur dalam waktu yang tidak ditentukan, oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM).

Penundaan pelantikan Ketua BEM UHO Kendari diduga berkaitan dengan indikasi kecurangan pada pemilihan.

Terkait indikasi kecurangan tersebut, Ketua Panja dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Pemilihan Ketua BEM UHO Kendari tahun 2021, belum memberikan keterangan.

Menanggapi penundaan pelantikan ini, eks Mentri Advokasi dan Pergerakan Mahasiswa BEM UHO Kendari tahun 2019, Rasmin Jaya, kembali mengungkit dugaan kecurangan e-voting pemilihan Ketua BEM UHO Kendari tersebut.

Ia mengatakan, sangat jelas hasil kecurangan pada e-voting Pemilihan Ketua BEM UHO Kendari tahun 2021.

Rasmin Jaya juga menyoroti KPUM Pemilihan Ketua BEM UHO Kendari tahun 2021 yang belum membuka data sola hasil gugatan atas kecurangan.

Baca juga: BEM Universitas Halu Oleo Kendari Berbagi Sembako ke Mahasiswa UHO, Pemulung dan Pedagang Kaki Lima

“Dalam proses perjalanannya Mahkamah Sengketa Organisasi Kampus (MSOK) dan  Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM), selaku penyelenggara belum membuka suara soal hasil gugatan," katanya, Selasa (4/1/2022).

Sebelumnya diberitakan TribunnewsSultra.com, pasangan calon (paslon) Ketua BEM UHO Kendari tahun 2021 nomor urut dua, Muh Kadarismon melalui kuasa hukumnya, Asdar menggugat hasil e-voting pemilihan Ketua BEM UHO Kendari dalam persidangan gugatan pada Selasa (28/12/2021) lalu.

Paslon urut dua ini merasa dirugikan terhadap indikasi kecurangan yang di duga ada campur tangan salah seorang oknum birokrasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved