Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

BPOM di Kendari MoU KPID Sultra, Kerja Sama Pengawasan Iklan Obat dan Makanan di Media Penyiaran

Balai Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM di Kendari membuat kesepakatan kerja sama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tenggara.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Penandatanganan MoU oleh Kepala BPOM Kendari,Yoseph Nahak Klau dan Ketua KPID Sulawesi Tenggara Ilyas, di Kantor BPOM Kendari, Provinsi Sultra, Senin (27/12/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Balai Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM di Kendari membuat kesepakatan kerja sama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor BPOM di Kendari, Kompleks Perkantoran Bumi Praja, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sultra Senin (27/12/2021).

Kepala BPOM di Kendari, Yoseph Nahak Klau mengatakan perjanjian kerja sama sebagai bentuk sinergitas BPOM dan KPID dalam rangka pengawasan iklan obat dan makanan di media penyiaran.

Pasalnya, kata Yoseph, pihaknya mendapat beberapa laporan masyarakat terkait iklan obat dan makan yang tidak memenuhi kriteria untuk diedarkan dan digunakan.

Bahkan, kata Kepala BPOM di Kendari ini, pihaknya juga pernah mendapati sendiri iklan seperti laporan tersebut.

Baca juga: Rektor Universitas Halu Oleo Kendari Bakal Tindaklanjuti Polemik E-Voting PEMIRA UHO 2021

"Sebenarnya ada pengaduan dari masyarakat kepada kami, karena itu kami segera melakukan MoU supaya ini tuntas maka dilakukan kerja sama," kata Yoseph.

Selain itu, karena BPOM tidak memiliki kewenangan untuk menindak langsung media penyiaran tersebut, sehingga memerlukan bantuan KPID Sultra yang memiliki kewenangan atas media penyiaran.

"Yang punya kewenangan menindak media penyiaran adalah KPID, tapi pengawasan terhadap iklannya itu ada di kami (BPOM), karena berbeda kewenangan inilah maka perlu ada sinergi," ujarnya.

Ia berharap setelah MoU, ke depannya akan mulai melakukan pembinaan serta pengawasan lebih intensif kepada iklan-iklan obat dan makanan di media penyiaran.

"Kita melakukan pengawasan sampai tuntas karena sudah ada MoU," terangnya.

Baca juga: Detik-detik Presiden Jokowi Lempar Kaos ke Warga saat Melintas di Gerbang Puuwatu Kendari

Sementara Ketua KPID Sultra Ilyas, mengatakan MoU yang diinisiasi atas adanya beberapa laporan BPOM terkait iklan obat-obatan di radio.

Sehingga bentuk kerja sama ke depannya akan diadakan sosialisasi di media penyiaran terkait periklanan, khususnya periklanan di media penyiaran radio dan televisi.

"Akan dimulai awal tahun 2022, inshaAllah per tiga bulan akan diadakan kegiatannya," ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved