Breaking News:

Berita Konawe

Jalan Provinsi di Kecamatan Tongauna Konawe Diblokir Gegara Tak Diaspal, Kontraktor Melarikan Diri

Jalan yang diketahui menghubungkan Kabupaten Kolaka Timur dan Konawe itu diblokir atau ditutup warga sekitar gara-gara tak kunjung di aspal.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
Arman Tosepu
Jalan Provinsi di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe di blokir warga sekitar, Senin (13/12/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Warga di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara terpaksa menutup akses jalan provinsi buntut tak adanya pengaspalan, Senin (13/12/2021).


Jalan yang diketahui menghubungkan Kabupaten Kolaka Timur dan Konawe itu diblokir atau ditutup warga sekitar gara-gara tak kunjung di aspal.


Dari pantauan TribunnewsSultra.com, pemblokiran jalan dilakukan tepat di Desa Andeposandu, Kecamatan Tongauna.


Akibat pemblokiran jalan, kemacetan kendaraan yang menuju arah Unaaha maupun sebaliknya tidak terhindarkan.

Baca juga: Protes Jalan Rusak, Warga Blokade Akses Toronipa - Kendari, Puluhan Mobil Pertamina Terjebak Macet


Padahal jalan tersebut sebelumnya telah direhabilitasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui kontraktor sepanjang kurang lebih 5 KM.


Perbaikan jalan itu dimulai dari Kelurahan Tongauna sampai dengan pertengahan Desa Asao.


Namun yang baru diaspal pihak kontraktor baru sekira 200 Meter.


Seorang orator aksi bernama Anjarwan mengatakan, proyek pengerjaan jalan tersebut kurang lebih telah berjalan selama 4 bulan.


Anjarwan juga menuding, pihak kontraktor pengerjaan jalan ini juga telah melarikan diri dari tanggung jawab penyelesaian.

Baca juga: Empat Hari Ali Mochtar Ngabalin Keliling Sultra, Temukan Jalan Rusak, Laut Kotor dan Debu Batubara


"Informasi yang kami dapatkan kontraktornya sudah lari. Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Tenggara gagal menyikapi ini," kata Anjarwan dalam orasinya.


Anjarwan melanjutkan, akibat terbengkalainya pengerjaan jalan ini membuat perekonomian warga sekitar mati.


Pasalnya, kata Anjarwan, debu yang berasal dari pengerasan sepanjang jalan ini berserakan dirumah dan kios warga.


"Kasian warga, hari ini kami boikot," jelasnya.


Warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tongauna ini juga menggunakan kayu, batu, dan seng untuk memblokir jalan.(*)


(TribunnewsSultra.com, Arman Tosepu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved