Satpam Nekat Sembunyikan HP untuk Rekam Mahasiswi Mandi, Kini Dipecat
Pelaku nekat meletakkan ponsel berkamera untuk merekam mahasiswi mandi di Wisma Lamacca milik Universitas Negeri Makassar (UNM).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ilustrasi-video-panas-video-mesum-foto-porno.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Tindakan tak senonoh dilakukan seorang petugas keamanan atau satpam di Makassar, Sulawesi Selatan.
Pelaku nekat meletakkan ponsel berkamera untuk merekam mahasiswi mandi di Wisma Lamacca milik Universitas Negeri Makassar (UNM).
Kabar ini dikonfirmasi oleh Kabag Humas dan Protokol UNM, Burhanuddin saat dikonfirmasi Tribun, Kamis (9/12/2021) malam.
"Sudah betul pengakuannya oknum itu (satpam) dan sudah ditangani aparat kepolisian. Iya sudah (dilaporkan)," kata Burhanuddin.
Baca juga: Heboh Kasus Video Mesum Pelajar SMK di Salatiga, Perekam dan Penyebar Siswi Masih di Bawah Umur
Pihaknya pun mengaku telah mengambil tindakan tegas atas ulah oknum petugas keamanan itu.
Sang oknum satpam yang berstatus honorer itu telah dipecat oleh pihak UNM.
"Jadi oknum itu (satpam) pegawai harian honorer, dia shiftnya jam 8 malam sampai pagi. Dan sudah dikeluarkan (pecat)," ujarnya.
Pihaknya pun mengaku, menyerahkan sepenuhnya kasus itu ke pihak kepolisian.
Baca juga: Guru Pesantren yang Cabuli 12 Santriwati Diduga Pakai Dana Bantuan Pemerintah untuk Sewa Hotel
SementaraLBH Makassar mengaku akan mendampingi para korban yang jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan mahasiswi.
"Iya, teman- teman mahasiswi yang menjadi korban sudah meminta langsung bantuan pendampingan di LBH Makassar tadi," kata Divisi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) LBH Makassar, Rezky Pratiwi dikonfirmasi via telepon.
Rezky menjelaskan, aksi pelecehan itu dialami saat menjadi peserta PPM program Kampus Merdeka UNM.
"Jadi mereka ikut dalam program Kampus Merdeka UNM dan diasramakan di hotel itu (Lamacca) beberapa hari sesuai waktu program tersebut," ujarnya.
Baca juga: Ibu 19 Tahun Dicabuli 4 Pria dan Bayi Dianiaya hingga Tewas, Pas Lapor Polisi Malah Dimaki Kasar
Menurut Tiwi sapaan Rezky Pratiwi, korban diperkirakan lebih dari satu orang.
"Persisnya sebenarnya belum pasti, karena yang datang tadi baru perwakilan. Kita perkirakan ada puluhan korban," bebernya.
Pihaknya pun mengaku akan menindaklanjuti aduan itu dengan mengkoordinasikan dengan lembaga-lembaga lain yang bergerak pada perlindungan perempuan.