Berita Sulawesi Tenggara

OJK Sulawesi Tenggara Bagikan Tips dan Trik Terhindar Pinjaman Online Ilegal

Untuk itu Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya membagikan tips bagi Anda agar lebih waspada dan tak mudah termakan rayuan pinjol ilegal.

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sulawesi Tenggara Jl H Abdul Silondae No 95A, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Marak korban penipuan akibat pinjaman online atau pinjol ilegal, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Sulawesi Tenggara (Sultra) membagi tips bagi anda agar tak mudah tertipu.

Diketahui, akhir-akhir ini marak pemberitaan banyaknya korban penipuan akibat pinjol.

Untuk itu Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya membagikan tips bagi Anda agar lebih waspada dan tak mudah termakan rayuan pinjol ilegal.

Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya mengatakan dengan perkembangan teknologi semakin canggih, seyogyanya masyarakat juga turut semakin pintar.

Baca juga: 104 Fintech Lending Terdaftar di OJK, Nilai Transaksi Capai Rp19,2 Triliun Sepanjang 2021

"Semakin paham mengetahui pinjaman-pinjaman mana yang FAQ Fintech Lendingnya legal oleh OJK,"katanya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Arjaya Dwi Raya mengungkapkan ciri-ciri penyedia pinjaman online yang ilegal seperti penyedia mengirimkan melalui pesan SMS atau WA.

"Salah satu ciri-cirinya masyarakat selalu menerima SMS atau WA yang menyediakan pinjaman online,"ungkapnya.

Katanya, Itu tidak diperbolehkan oleh OJK dan tidak sesuai prosedural.

Baca juga: Masyarakat Sultra Kini Melek Jasa Keuangan, Kepala OJK Sebut Pemahaman Produk Masih Rendah

"Sebenarnya kalau yang legal dari OJK tidak diperbolehkan menghubungi melalui sms dan WA," jelasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat apabila menerima dengan cara demikian, agar tak menggubrisnya.

"Jangan sesekali merespon, di delete saja karena itu sudah pasti ilegal karena cara-cara seperti tidak diperbolehkan OJK," terangnya.

Selain itu, Arjaya Dwi Raya mengungkapkan cara ilegal lainnya biasa dipakai penyedia pinjaman online ilegal adalah dengan meminta kontak dan foto di hp pengguna.

Baca juga: OJK Gandeng BEI, KPEI, dan KSEI Gelar Capital Market Summit & Expo 2021, Begini Cara Daftarnya

"Apabila masyarakat melakukan akses peminjaman online ini dilihat apakah mereka meminta akses Hp ke kontak dan foto," tuturnya.

Dipertegasnya, Itu juga tidak diperbolehkan oleh OJK, kata dia diperbolehkan OJK hanya tiga, yakni Kamera, Mikrofon dan Lokasi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved