Berita Kendari

Data Kemenkes Angka Covid-19 di Kota Kendari Meningkat, Jubir Satgas Sebut Kesalahan Input Data

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, menyebut ada kesalahan penginputan data yang dilakukan Kementerian Kesehatan untuk penyebaran kasus Covid-19.

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
Kominfo Kota Kendari
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr Al Ghazali Amirullah 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, menyebut ada kesalahan penginputan data yang dilakukan Kementerian Kesehatan untuk penyebaran kasus Covid-19.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr Al Ghazali, mengatakan hingga kini belum ada penambahan kasus baru di Kota Kendari.

Sehingga, menurut dia, data yang disampaikan Kemenkes terkait Kota Kendari masuk daerah yang angka Covid-19 meningkat itu terjadi kesalahan.

"Itu salah input data, karena itu informasi kasus Covid-19 di waktu bulan Juni," kata dia saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (17/11/2021).

dr Al Ghazali mengatakan, data penyebaran Covid-19 yang sesuai ada di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari.

Baca juga: Update Covid-19 Sultra, Bertambah 3 Kasus Baru Terkonfirmasi Positif, 4 Daerah Berstatus Zona Hijau

"Hingga kini belum ada lagi penambahan kasus baru (Covid-19), begitu pula dengan prediksi gelombang ketiga semoga tidak penambahan," ujarnya.

"Untuk pasien yang dirawat di rumah sakit saat ini juga tidak ada," tambah Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari tersebut.

Selain itu, kata dr Al Ghazali, untuk wilayah Kota Kendari sudah berstatus zona hijau atau zero kasus Covid-19.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut ada dua wilayah dengan angka kasus Covid-19 yang meningkat.

Kedua daerah dengan peningkatan kasus tersebut yakni DKI Jakarta dan Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Baca juga: Kemenkes Sebut Kendari Rawan Penyebaran Covid-19, Sekda Sultra: Capaian Vaksinasi Masih Rendah

Angka penambahan kasus baru terkonfirmasi Covid-19 di kedua wilayah itu meningkat dalam waktu tiga pekan terakhir.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk waspada jika bepergian di dua kota  tersebut.

"Kita melihat ada kenaikan kasus yang terdeteksi di beberapa kabupaten kota," ujar Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam Konferensi Pers secara virtual, Rabu (10/11/2021) lalu. 

Bahkan, kata Jubir Kemenkes tersebut, kedua daerah mengalami kenaikan kasus selama tiga pekan berturut-turut.

"Kedua daerah tersebut yaitu Jakarta Timur di Provinsi DKI Jakarta dan Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara,” tambah Nadia. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved