Breaking News:

Berita Ekonomi

BPS Sultra Mencatat 139,92 Ribu Penduduk di Sulawesi Tenggara Terdampak Pandemi Covid-19

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) catat sebanyak 139,92 ribu penduduk terdampak pandemi Covid-19.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Ilustrasi Pencari Kerja 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) catat sebanyak 139,92 ribu penduduk terdampak pandemi Covid-19.

Dari catatan tersebut terdiri dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 9,32 ribu orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) sebanyak 4,14 ribu orang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti dalam keterangan resminya, Jumat (5/11/2031).

"Penduduk terdampak pandemi Covid-19 yang tidak bekerja sebanyak 11,58 ribu orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja sebanyak 114,88 ribu orang," ucapnya.

Selain itu, Agnes menjelaskan jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 1.381,20 ribu orang, naik 30,11 ribu orang dibanding Agustus 2020.

Baca juga: Madu Az Zubair Dibanderol Mulai Harga Rp50 Ribu, Begini Cara Mengetahui Keasliannya

Katanya, sejalan dengan peningkatan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat sebesar 0,26 persen poin.

Untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar 3,92 persen, turun 0,66 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020 atau turun 0,30 persen poin terhadap Februari 2021.

"Penduduk yang bekerja sebanyak 1.327,07 ribu orang, meningkat sebanyak 3,83 ribu orang dari Februari 2021 dan naik 37,84 ribu orang dari Agustus 2020," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar dari Februari 2021 adalah sektor Perdagangan Besar dan Eceran (1,94 persen poin).

Sementara, sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (2,57 persen poin).

Baca juga: Belum Tetapkan UMP Sulawesi Tenggara 2022, Disnaker Sultra Tunggu Data BPS dari Kemnaker

Kemudian sebanyak 833,54 ribu orang (62,81 persen) bekerja pada kegiatan informal, turun 1,78 persen poin dibanding Agustus 2020 atau naik 0,56 persen poin dibanding Februari 2021.

"Persentase setengah penganggur naik sebesar 2,26 persen poin, dan persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,73 persen poin dibandingkan Februari 2021," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved