Facebook Ganti Nama Jadi Meta Ini Penampakan Logonya, Mark Zuckerberg Promosikan Metaverse
Perubahan Facebook menjadi Meta bagian dari visi perusahaan media sosial itu yang getol mengembangkan realitas virtualnya untuk masa depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/meta-aptony-avelar.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Aplikasi Facebook resmi mengubah nama perusahaan induknya menjadi Meta Kamis (28/10/2021).
Seperti dilansir dari AFP Perubahan nama Facebook menjadi Meta diumumkan CEO Meta Mark Zuckerberg secara virtual.
Perubahan Facebook menjadi Meta bagian dari visi perusahaan media sosial itu yang getol mengembangkan realitas virtualnya untuk masa depan.
Meta berambisi untuk merealisasikan apa yang mereka sebut "metaverse", sebuah program yang akan mengaburkan batas antara dunia fisik dan dunia digital.
Baca juga: Hari Jadi ke-7 Tahun LPM Katharsis UHO Kunjungi Lembaga Penyiaran Publik TVRI Sulawesi Tenggara
Meski perusahaan induk berganti nama, platform media sosial Meta seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp tetap mempertahankan namanya.
Mark Zuckerberg di pidatonya mengatakan visinya adalah masa depan.
“Dalam dekade berikutnya, Metaverse akan menjangkau satu miliar orang, memposting ratusan miliar dollar AS perdagangan digital, dan mendukung pekerjaan bagi jutaan pencipta dan pengembang,” kata Zuckerberg seperti dikutip dari Kompas.
Selama Mark Zuckerberg berpidato, perusahaan menekankan selusin terobosan teknologi utama untuk sampai ke "Metaverse" generasi berikutnya.
Facebook juga mengumumkan rencana untuk mempekerjakan 10.000 orang di Uni Eropa untuk membangun "Metaverse”.
Baca juga: Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir Kunjungi Percontohan TPA di Jambi, Jajal Alat Pencacah Sampah
Mark Zuckerberg akan muncul sebagai promotor terkemuka dari konsep tersebut.
Kata “Metaverse” sebenarnya diciptakan oleh Neal Stephenson pada 1992 dalam novelnya, Snow Crash.
Stephenson menggambarkan mana orang-orang mengenakan headset realitas virtual untuk berinteraksi di dalam dunia digital.
Di kalangan Silicon Valley, perubahan nama dan citra bukanlah hal yang aneh saat mereka berupaya untuk memperluas layanan mereka.
Tahun 2015, Google mendirikan Alphabet Inc sebagai perusahaan induknya untuk memperluas di luar bisnis mesin pencari dan periklanan.
Selain itu, Alphabet Inc mengawasi berbagai usaha lain hingga menyediakan layanan internet di daerah terpencil.
Perubahan nama Facebook menjadi Meta tak akan mengubah struktur perusahaan.
Raksasa teknologi itu dengan 2,9 miliar pengguna bulanan itu kemarin juga meluncurkan logo baru di Menlo Park, California. (*)