Hari Sumpah Pemuda

BEM Unsultra Beri Masukan Menteri Nadiem, Sosialisasi Merdeka Belajar Belum Maksimal, Harus Evaluasi

Eks Ketua BEM Unsultra menghadiri undangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memperingati Hari Sumpah Pemuda. 

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Eks Ketua BEM Unsultra, Adi Maliano berfoto bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim usai kegiatan di Gedung Kemendikbud Ristek, Kamis (28/10/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Eks Ketua BEM Unsultra, Adi Maliano menghadiri undangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memperingati Hari Sumpah Pemuda

Undangan tersebut mengajak BEM terpilih se-Indonesia untuk diskusi terbatas bersama Kemendikbud Ristek.

Diskusi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut terselenggara di Gedung Kemendikbud Ristek bertempat di Jl Jendral Sudirman, Senayan Jakarta.

Eks Ketua BEM Unsultra, Adi Maliano dalam pertemuan bersama Mendikbud Ristek, Nadiem Anwar Makarim itu mengutarakan hal kualitas pembelajaran.

Satu di antaranya, Adi Maliano memberikan masukan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau MBKM masih harus dievaluasi.

Baca juga: Polisi Tak Bermaksud Bubarkan Tari Lulo di Konawe, Dikbud Sebut Kemajuan Budaya Diatur Undang-Undang

"MBKM masih harus dievaluasi, karena pemahaman MBKM ini mesti tersosialisasikan sacara baik ke tiap-tiap universitas," katanya kepada TribunnewsSultra.com via WhatsApp Messenger, Kamis (28/10/2021).

Selain itu, kata dia, dalam penerapan MBKM juga harus ada penyesuaian masing-masing wilayah seperti halnya Sulawesi Tenggara yang memiliki banyak industri pertambangan baik aspal, emas, dan nikel.

"Seharusnya Kemendikbud Ristek membuka jalur ke industri-industri tersebut untuk mahasiswa agar dapat banyak langsung belajar ke industri," imbuhnya kepada Menteri Dikbud Ristek itu.

Adi Malino juga mengatakan kepada Mendikbud Ristek, Nadiem Anwar Makarim agar Kemendikbud Ristek mempunyai program sekolah bahasa internasional di seluruh wilayah Indonesia.

"Saya mendorong Bahasa Inggris dan China agar kita bisa bersaing dengan tenaga kerja internasional," imbuhnya.

Baca juga: Cara GenBI Sulawesi Tenggara Maknai Hari Sumpah Pemuda 2021, Bantu Pemerintah Perangi Covid-19

Diketahui, dalam kegiatan diskusi dalam rangka Hari Sumpah Pemuda itu ikut membawa BEM Sulawesi Tenggara lainnya seperti, Ketua BEM Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE) 66 Kendari, Seni Fadillah.

Kemudian, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Siska Pratiwi.

Kegiatan tersebut telah berlangsung mulai tanggal 26 Oktober 2021 hingga 28 Oktober 2021 dengan peserta diskusih hadir mengenakan pakaian adat masing-masing. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved