Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Abdul Rahman Farisi Sebut Turunnya Harga Tes PCR Berdampak Pada Sektor Ekonomi

Abdul Rahman Farisi menuturkan, penurunan ini bakal mempermudah masyarakat yang hendak menggunakan moda transportasi terutama jalur udara.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Ilustrasi hasil tes PCR 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pengamat ekonomi asal Sulawesi Tenggara Abdul Rahman Farisi mengatakan turunnya harga tes PCR bakal berdampak pada kebangkitan ekonomi.

Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat dengan penurunan ini akan meningkatkan mobilitas masyarakat.

Abdul Rahman Farisi menuturkan, penurunan ini bakal mempermudah masyarakat yang hendak menggunakan moda transportasi terutama jalur udara.

"Penurunan itu akan berdampak pada kemudahan masyarakat dalam mengakses transportasi dan tentunya secara umum jika mobilitaa masyarakat meningkat akan berdampak pada kemajuan ekonomi,"ucapnya, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Fisip UHO Gelar Dialog Kepemudaan, Angkat Isu Pemuda di Pemilu dan Pilkada

Namun kata dia, hal itu jika ditarik dari kacamata umum, tentunya perlu dilihat lebih jauh tentang dampaknya secara jelas.

Sebab kata dia, pergerakan ekonomi mencakup salah satunya adalah mobilitas masyarakat.

"Sama dengan daerah lain terdampak pandemi yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang menurun dan jumlah orang miskin bertambah,"ujarnya.

Perlu diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp 275.000 untuk wilayah Jawa-Bali dan Rp 300.000 untuk daerah lain.

Baca juga: Diduga Baru Belajar Nyetir Mobil, Wanita Ini Tabrak Mesin SPBU hingga Operator Patah Tulang

Kebijakan terkait batas tarif tertinggi tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK 02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR.

Aturan dari Kemenkes RI ini efektif diberlakukan mulai pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir menjelaskan, penurunan harga tes PCR dilakukan setelah menghitung komponen-komponen tes PCR.

Komponan itu seperti jasa pelayanan, reagen dan bahan habis pakai (BHP), biaya administrasi, overhead, dan komponen biaya lainnya yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

"Pemberlakuan daripada tarif ini batas tertinggi itu mulai berlaku pada saat dikeluarkan SE Kemenkes dan hari ini SE itu sudah kami keluarkan sehingga berarti berlaku pada saat hari ini," kata Abdul dalam konferensi pers secara virtual. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved