Senin, 20 April 2026

Berita Sulawesi Tenggara

Zainal Mustamin Sebut Pentingnya Integrasi Ilmu Agama dan Sains, Guna Terciptanya Ilmuwan Baru

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, Zainal Mustamin mengatakan pentingnya integrasi (perpaduan) antara ilmu agama dan sains.

Tayang:
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Zainal Mustamin Sebut Pentingnya Integrasi Ilmu Agama dan Sains, Guna Terciptanya Ilmuwan Baru
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tenggara Zainal Mustamin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, Zainal Mustamin mengatakan pentingnya integrasi (perpaduan) antara ilmu agama dan sains.

Hal itu disampaikan Zainal Mustamin dalam peringatan Hari Santri Nasional 2021 di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (22/10/2021).

Zainal Mustamin mengatakan dulunya paradigma masyarakat terhadap pesantren hanya mempelajari ilmu agama saja.

Namun, saat ini berbeda, di mana semuanya berfokus pada kemandirian pesantren dan juga integrasi ilmu pengetahun.

"Artinya program pesantren serta ilmu agama bakal dikolaborasikan dengan ilmu sains sehingga akan terbentuk kemandirian dan penguasaan ilmu pengetahuan," tutur Zainal Mustamin.

Baca juga: Hari Santri Nasional 2021, Kemenag Bangun Spirit dengan Cinta, Persembahkan Kerja Terbaik di Sultra

Nantinya, kata dia, dengan adanya integrasi ini ke depannya Indonesia khususnya di Sultra bakal tercipta ilmuan baru seperti Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, dan lainnya.

"Ilmuan tersebut selain menjadi penghafal Alquran juga bisa menguasai ilmu pengetahuan, sehingga dapat memberikan kontribusi bukan hanya ilmu akhirat melainkan ilmu dunia," ujarnya.

Kakanwil Kemenag Sultra ini mengatakan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2021 kali ini merupakan awal yang baik guna menatap masa depan.

Diharapkan, para santri ke depannya bisa berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Santri Siaga Jiwa Raga

Peringatan Hari Santri Nasional 2021 di Sulawesi Tenggara digelar di Pesantren Ummushabri pada Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Wujudkan Visi Misi dengan 3B, Kakanwil Kemenag Sulawesi Tenggara Harap Dukungan Berbagai Pihak

Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad.

Menurutnya, dalam resolusi tersebut berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik pada 10 November 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan," ucap Ali Mazi, Jumat (22/10/2021).

Ali Mazi mengungkapkan pada tahun ini peringatan Hari Santri dengan mengusung tema Santri Siaga Jiwa Raga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved