MotoGP
Kabar MotoGP: Evolusi Bagnaia Teror Marquez, Kini Lagi Diuji Quartararo
Perlahan namun pasti, Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, menunjukan evolusi yang baik saat mengaspas di lintasan MotoGP 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/motogp-23-september-2021.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Perlahan namun pasti, pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, menunjukan evolusi yang baik pada MotoGP 2021.
Ia diprediksi menjadi pesaing Marc Marquez pada putaran MotoGP 2022.
Hal ini sebagaimana dikatakan Chicho Lorenzo yang merupakan ayah dari mantan pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo.
Tetapi sebelum itu, konsistensi Bagnaia sedang diuji oleh Fabio Quartararo, lewat perebutan gelar juara MotoGP 2021.
Akhir musim MotoGP 2021 memang menjadi panggung Bagnaia unjuk gigi dengan raider yang lebih dulu punya nama besar.
Malang, pembalap asal Italia itu tak berkutik dengan posisi Quartararo diklasemen sementara MotoGP 2021.
Baca juga: Jadwal & Klasemen MotoGP 2021: Mananti Quartararo Selebrasi di Rumah Bagnaia
Untuk diketahui, Quartararo lebih dekat dengan gelar juara tahun ini.
Pembalap asal Prancis ini cuma butuh finis di depan Bagnaia pada tiga laga tersisa di MotoGP 2021.
Meski begitu, masih ada kesempatan bagi Baganai menunjukan kebolehannya. Yaitu pada MotoGP Emilia Romagna 2021.
Seharusnya pembalap 24 tahun itu menang di lintasan Misano World Circuit Marco Simoncelli pada 24 Oktober 2021.
Pasalnya Misano merupakan rumah bagi Bagnaia yang notabene adalah pembalap asal Italia.
Menurut Chicho Lorenzo, Bagnaia telah berhasil memaksimalkan potensi motor Ducati Desmosedici dalam lomba.
"Dia telah memahami motornya. Apa yang terjadi pada tahun lalu ketika dia gagal menang setelah memimpin balapan, tahun ini menjadi salah satu kekuatannya." lanjutnya.
Baca juga: Sejarah Maulid Nabi, Mengenang Perang Gajah dan Arti Kata Nama Muhammad
Terlepas dari gelar juara, dua kemenangan Bagnaia yang diraih pada ahir musim ini - mengalahkan Maquez pada MotoGP Aragon dan Fabio Quartararo pada MotoGP San Marino - menjadi catatan tersendiri.
Pasalnya, Marquez dan Quartararo merupakan pembalap hebat di MotoGP saat ini.
"Dia berduel dengan Marquez di salah satu momen bersejarah di olahraga dan melawan Quartararo pada balapan berikutnya," ucapnya lagi.
Bagnaia bisa menjadi pesaing Marquez jika terus berkembang secara konsisten.
Meski begitu, tantangan yang dihadapi akan lebih sulit.
Hal itu karena ada pesaing lain yang juga tidak kalah potensia yakni, Quartararo.
Lorenzo menegaskan, dua pembalap muda - Quartararo dan Bagnaia - merupakan pesaing Marquez tahun depan.
"Kita akan melihat seberapa tangguh mereka untuk menghadapi Marquez tahun depan. Diasumsikan bahwa Marquez, dengan perkembangannya, akan lebih bugar dan kuat, bukan cuma di sirkuit andalannya, tetapi juga di sirkuit lainnya," tuturnya.
Perebutan Gelar Juara
Meski poin Quartararo unggul jauh, namun Bagnaia enggan menyerah sebelum bertanding.
"Saya tidak berniat untuk menyerah, tetapi Fabio melakukan pekerjaan yang hebat tahun ini," ujar Bagnaia.
"Dia adalah yang terbaik pada paruh pertama dan kemudian bertahan paling konsisten, jadi dia adalah pembalap yang sangat hebat."
"Oleh karena itu, dia tentunya akan mempunyai kesempatan menjadi juara dunia," tambahnya.
Meski mengakui Quartararo hebat, Baganaia tetap saja melancarkan seranga psikis, dengan mengatakan suasana hati lebih santai dari sang pesaing.
Baca juga: Link Nonton & Spoiler Boruto 219: Code Muncul, Teori Karma Putih, Kekuatan Murni Otsutsuki
"Saya lebih santai daripada Fabio. Saya kira begitu, karena Fabio harus memikirkan tentang kejuaraan," kata Bagnaia, dilansir dari Tuttomotoriweb.
"Saya harus berpikir hanya untuk menjadi kompetitif saja dan saya tidak mengatakan bahwa Fabio tidak santai, tetapi saya pikir saya merasa lebih nyaman," ucapnya lagi.
Sementara Quartararo, tampaknya sudah mulai ancang-ancang untuk angkat piala gelar juara MotoGP 2021.
Bahkan dia sudah mulai singgung upaya selebrasi jika menang di rumah Bagnaia.
Tetapi Quartararo tidak ingin buru-buru untuk sesumbar gaya selebrasi jika menang di MotoGP Italia 2021.
Quartararo bahkan menjawab dengan nada kelakar ketika menanggapi pertanyaan soal gaya selebrasi kemenangan.
"Saya tidak pandai menari," ucap Quartararo sambil meringis, dilansir dari GPone.
"Tapi, saya tidak ingin merayakannya terlebih dahulu. Ketika saatnya tiba, perayaan pasti akan datang," bebernya. (*)
Baca juga artikel lainnya tentang MotoGP di TribunnewsSultra.com
Sumber: BolasSport.com