Breaking News:

Berita Kendari

Pemerintah Kota Kendari Target 30 Persen Keluarga Penerima Manfaat Graduasi Sejahtera Mandiri

Sulkarnain Kadir menjelaskan graduasi bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi warga yang belum memperoleh bantuan sosial agar bisa mendapatkannya.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir melihat salah satu graduasi mandiri KPM PKH mencoba penggunaan ATM, di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (30/9/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari tahun ini melalui Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki target graduasi sejahtera mandiri sebanyak 30 persen Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Hal ini disampaikan Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir saat memberikan bantuan PKH tambahan di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (30/9/2021). 

"Tahun 2021 diharapkan sebanyak 30 persen KPM dapat keluar dari program karena graduasi sejahtera mandiri," kata Sulkarnain Kadir.

Tentunya dari kegiatan penyaluran buku tabungan dan kasus kesejahteraan sosial (KSS/ATM) PKH yang baru serta penyerahan penghargaan pendamping graduasi terbanyak.

Sehingga, pendamping terus menumbuhkan kesadaran KPM PKH untuk graduasi secara mandiri serta target graduasi mandiri sejahtera dapat dicapai khususnya di Kota Kendari.

Baca juga: Koperasi e-Warong di Anggoeya Kendari Diresmikan, Bantu Warga Graduasi dari Program Keluarga Harapan

Sulkarnain Kadir menjelaskan graduasi bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi warga yang belum memperoleh bantuan sosial agar bisa juga mendapatkan bantuan tersebut.

Kata dia, graduasi juga merupakan tolak ukur keberhasilan seorang pendamping dalam melakukan edukasi kepada warga dampingannya.

Untuk saat ini, di Kelurahan Anggoeya sebanyak enam KPM telah graduasi mandiri dari bantuan program keluarga harapan.

Sulkarnain Kadir menyampaikan pendamping harus betul-betul jalan dengan dedikasi dan komitmen yang baik serta akuntabilitas programnya bisa dipertanggungjawabkan. 

Namun, jika ke depannya ditemukan adanya kekeliruan atau kecurangan yang dilakukan oleh pendamping, maka kemungkinan hal itu terjadi karena sedikit kesalahpahaman, bukan dari niat pelakunya. 

Baca juga: PCNU Surabaya Keluarkan Fatwa Haram Game Online Higgs Domino Island, NU Sultra Masih Mengkaji

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved