Senin, 4 Mei 2026

Pamit Beli Rokok, Pria Ini Tak Pulang 3 Hari, Ternyata Ditembak hingga Akhirnya Meninggal Dunia

Korban adalah warga Jalan Tangguk Bongkar, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara.

Tayang:
Editor: Ifa Nabila
zoom-inlihat foto Pamit Beli Rokok, Pria Ini Tak Pulang 3 Hari, Ternyata Ditembak hingga Akhirnya Meninggal Dunia
NST
Ilustrasi jenazah. Seorang pria menjadi korban penembakan. Korban adalah warga Jalan Tangguk Bongkar, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Nasib nahas menimpa seorang pria bernama Muhammad Riswanto (41).

Ia meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan.

Korban adalah warga Jalan Tangguk Bongkar, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara.

Menurut Irwansyah Putra, adik Riswanto, awalnya kakak kandungnya ini ditangkap pada 17 Agustus 2021 malam, dengan surat perintah penangkapan bernomor SP.Kap/431/VIII/RES.1.8/2021/Reskrim Polrestabes Medan.

Baca juga: HP Hilang, saat Telepon Pemuda Ini Malah Diancam Foto-foto Tak Senonoh dalam HP Bakal Disebar

"Abang saya sedang duduk bersama dua temannya di pinggir Jalan Tangguk Bongkar. Kemudian abang saya beli rokok. Namun ketika beli rokok, Riswanto tak kunjung pulang selama tiga hari," ujarnya, Selasa (28/9/2021).

Setelah tiga hari, lanjut Irwan, keluarga baru dapat kabar kalau Riswanto ditangkap dan kondisi kaki sebelah kanan sudah jebol akibat ditembak.

"Abang saya dituduh mencuri di gudang besi yang berada di Jalan Tangguk Bongkar tidak jauh dari rumah. Saat itu, korban sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan. Harus dioperasi dan biayanya Rp 25 juta. Kami tidak ada biaya untuk operasinya," ungkapnya.

Baca juga: Suami Bunuh Istri karena Merasa Tak Dihargai, Rekayasa Kejadian seolah Korban Jatuh di Kamar Mandi

Lantaran terkendala biaya operasi, lanjut Irwan, Riswanto yang akrab disapa Aris dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan.

"Akhirnya biaya di Rumah Sakit Adam Malik ditanggung pihak kepolisian, begitu juga biayanya perawatan dan operasi," sebutnya.

Sebelum dioperasi, sambungnya, Riswanto yang memiliki putra masih berusia 13 tahun ini mengembuskan nafas karena kehabisan darah.

"Di Rumah Sakit Adam Malik kira-kira seminggu, kemudian tanggal 16 September 2021 abang saya meninggal dunia karena kehabisan darah dan HB nya rendah. Bukan hanya itu, dari hasil ronsen, kaki sebelah kiri abang saya patah juga diduga karena dipukuli," jelasnya sembari menunjukkan bukti ronsen.

Baca juga: Kakek Diduga Bunuh Cucu Lalu Akhiri Hidupnya Sendiri, Disebut Kerap Aniaya Istri

Menurut dia, ketika ditangkap, Riswanto dalam keadaan sehat.

"Waktu ditangkap sehat, kenapa setelah diamankan dalam keadaan luka tembak dan sakit di rumah sakit," jelasnya.

Dalam kasus ini, ucap Iwan, pihak keluarga sudah mempertanyakan kepada pihak Sat Reskrim Polrestabes Medan kenapa Riswanto ditangkap dan dilakukan penembakan.

Namun sayangnya, lanjut Irwan, pihak Polrestabes Medan bersikeras menyebut kakaknya itu terlibat pencurian tanpa ada pembuktian yang jelas.

Baca juga: Bocah 5 Tahun Dianiaya Ibu dan Bibi hingga Lebam-lebam, Pelaku Marah Makanan Diambil Korban

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved