Breaking News:

Berita Konawe Selatan

AJP Menyayangkan Tindakan Kepolisian Tangkap 3 Pendemo PT GMS, Pihak Perusahaan Harusnya Bicara

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) menyayangkan penangkapan tiga pendemo di PT GMS. 

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Aksan Jaya Putra saat berkunjung ke PT GMS Konawe Selatan (Konsel). 

TRIBUNNEWS SULTRA.COM, KENDARI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) menyayangkan penangkapan tiga pendemo di PT GMS

Sebelumnya, seorang mahasiswa dan dua nelayan ditangkap aparat kepolisian saat berdemo di PT GMS di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada Jumat (17/09/2021) lalu. 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tenggara, Aksan Jaya Putra, mengatakan, tindakan tersebut sangat tidak perlu dilakukan. 

Pasalnya, masyarakat atau nelayan berdemo meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan atas kerusakan lingkungan yang terjadi.

"Sebetulnya, tindakan seperti itu tidak perlu terjadi, masyarakat hanya menuntut haknya karena terjadi pencemaran lingkungan akibat aktivitas PT GMS," ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (20/09/2021). 

Baca juga: DPRD Sultra Bakal Terbitkan Rekomendasi Penghentian Sementara PT GMS Karena Terbukti Melanggar

Aksan Jaya Putra menjelaskan, seharusnya pihak perusahaan mengajak masyarakat atau pendemo untuk membicarakan terkait tuntutan mereka. 

Bukan malah menghadang pendemo dengan aparat keamanan sehingga pihak kepolisian sampai mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. 

"Masyarakat menuntut kompensasi perusahaan karena susah melaut di sekitar perairan itu. Akibat pencemaran laut sehingga harus mencari ikan agak jauh," jelasnya. 

Selain itu, kata pria yang akrab disapa AJP ini, upaya pembubaran paksa dengan tembakan peringatan hingga menangkap tiga pendemo, justru bisa memicu gelombang aksi protes yang lebih besar di masyarakat. 

Menurut, Aksan Jaya Putra alasan pihak kepolisian menangkap tiga pendemo karena adanya laporan bahwa pendemo sempat kontak atau berkelahi dengan pihak keamanan perusahaan. 

Baca juga: Aksan Jaya Putra, Bakal Anggarkan Lampu Jalan di Kelurahan Lahundape Kendari, Benahi Drainase Mampet

"Kami juga sempat berkoordinasi dengan pihak Kapolres terkait penangkapan itu, tapi kata Kapolres Konsel, mereka tidak menangkap hanya mengamankan" terangnya. 

Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan, pihaknya juga sudah bertemu dengan pendemo saat kunjungan ke PT GMS, Konawe Selatan.

Kata dia, mereka hanya menuntut tanggung jawab perusahaan dengan kerusakan lingkungan di sekitar pemukiman mereka.

"Yang pasti apa yang disampaikan masyarakat kami sudah tanggapi dan segera ditindaklanjuti," jelasnya. (*) 

(Tribunnewssultra.com/La Ode Ari) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved