Breaking News:

Demo Tambang di Konawe Selatan

DPRD Sultra Bakal Terbitkan Rekomendasi Penghentian Sementara PT GMS Karena Terbukti Melanggar

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal menerbitkan surat rekomendari penghentian sementara kepada PT GMS.

Penulis: Laode Ari | Editor: Laode Ari
Istimewa
Komisi III DPRD Sultra saat melakukan kunjungan kerja di perusahaan PT Gerbang Multi Sejahtera atau GMS. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal menerbitkan surat rekomendari penghentian sementara kepada PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS).

Keputusan tersebut karena PT GMS terbukti melanggar hingga mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan di sekitar pertambangan di Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Hal itu setelah DPRD Sultra melakukan kunjungan kerja (Kunker) di PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS), Minggu, (19/09/2021).

"PT GMS terbukti banyak melakukan pelanggaran sehingga kami terbitkan surat rekomendasi,"kata Anggota DPRD Sultra, Aksan Jaya Putra.

Baca juga: Detik-Detik Polisi Bubarkan Pendemo Pakai Senjata Api di Konawe Selatan, 5 Kali Lepaskan Tembakan

Ia mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindaklanjut hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan DPRD beberapa minggu lalu.

"Kunker hari ini bertepatan dengan masyarakat di sekitaran tambang melakukan demo besar-besaran dalam hal menuntut tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat," jelasnya.

Dimana dalam unjuk rasa itu, masyarakat menuntut terkait pencemaran lingkungan yang dilakukan PT GMS.

Warga meminta kompensasi perusahaan karena para nelayan sulit mencari ikan akibat tercemarnya air laut disekitar pemukiman mereka.

Ketua Komisi III DPRD Sultra Suwandi Andi dan Wakil Ketua Komisi III, Aksan Jaya Putra, saat berkunjung di PT GMS berlokasi di Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan, Sultra.
Ketua Komisi III DPRD Sultra Suwandi Andi dan Wakil Ketua Komisi III, Aksan Jaya Putra, saat berkunjung di PT GMS berlokasi di Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan, Sultra. (Istimewa)

Pria yang akrab disapa AJP ini juga menyampaikan dalam kunjungan, pihaknya melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sultra.

"Pihak DLHK melihat bahwa memang terjadi pencemaran lingkungan di sekitaran Jetty PT GMS,"ucapnya. 

Baca juga: Diduga Merusak Lingkungan, Pemkot Kendari Tutup Tambang Pasir Ilegal di Kecamatan Nambo   

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved