Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

KONI Sultra Target 7 Emas di PON XX Papua, Cabor Softball dan Dayung Diharapkan Raih Banyak Medali

KONI Sultra menargetkan para atlet bisa meraih sebanyak tujuh medali emas selama berlaga di PON XX Papua 2021.

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Sekretaris Umum KONI Sultra, Tahir Lakimi saat ditemui di Kantor KONI Sultra di Jl Sao Sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sultra, Rabu (1/9/2021) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra), menargetkan para atlet bisa meraih sebanyak tujuh medali emas selama berlaga di PON XX Papua 2021.

Selain menargetkan banyak raihan medali emas, para atlet juga diharapkan bisa menampilkan hasil terbaik di PON XX Papua.

Sekretaris KONI Sultra, Tahir Lakimi, mengatakan, pihaknya berharap cabang olahraga dayung dan softball bisa menyumbang atau bahkan mempertahankan raihan medali emas seperti PON Jabar 2016 lalu.

"Khusus cabor softball putra, kami harapkan bisa mempertahankan emas," katanya, saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: ESI Sulawesi Tenggara Fasilitasi Tim Free Fire PON XX Papua 2021, Tim Bengkulu Jadi Lawan Berat

Ia juga mengatakan, saat ini baru beberapa atlet cabang olahraga yang diberangkatkan ke Papua.

Tahir Lakimi menjelaskan dalam pemberangkatan atlet, pihaknya memakai sistem reguler.

Di mana atlet diberangkatkan jika jadwal pertandingannya sudah dekat.

"Jadi kalau cabang olahraga itu segera dipertandingkan, kami kirim kontingen lima hari sebelum jadwal pertandingan," tuturnya.

Tahir Lakimi mengatakan, langkah ini diambil sesuai dengan arahan Ketua KONI Sultra.

Baca juga: 5 Atlet Bulu Tangkis Sulawesi Tenggara Siap Bertanding pada PON XX Papua 2021

Ia menambahkan, atlet yang sudah diberangkatkan ke Papua baru dari empat cabang olahraga.

Yakni, kata dia, softball, sepak takraw, dayung, dan beladiri muaythai.

"Jadi pemberangkatan berdasarkan kebutuhan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan jika terlalu lama berada di Papua," imbuhnya. (*)

(Tribunnewssultra.com/La Ode Ari) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved