Breaking News:

Waspadai Varian Baru Covid-19, Lambda, Mu, dan C.1.2 Lebih Menular dan Sudah Masuk ke Indonesia

Bahkan menurut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, varian baru ini juga telah merebak dari laporan 16 kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Editor: Muhammad Israjab
Ilustrasi Wartakotalive.com/Galih
ILUSTRASI virus corona 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM – Melalui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pemerintah sedang mengamati tiga varian baru Covid-19 agar tidak masuk ke wilayah Indonesia.

"Sebagai antisipasi, kita mengamati ada 3 varian baru yang kita amati dari dekat. Pertama adalah varian Lambda, kedua varian MU, dan yang ketiga adalah varian C.1.2," kata Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR dikutip dari Kompas.com, Senin (13/9/2021).

Menurut Menkes, varian Lambda dan Mu keduanya ditemukan di Amerika Selatan itu telah dimasukkan dalam kategori variant of interest oleh World Health Organization (WHO).

Bahkan menurut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, varian baru ini juga telah merebak dari laporan 16 kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Dampak penularan yang diakibatkan varian Lambda, varian MU varian C.1.2 dinilai lebih besar.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi memberi sambutan saat menerima bantuan 500 ton oksigen dari Indonesia Morowali Industrial Park di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/7/2021).
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi memberi sambutan saat menerima bantuan 500 ton oksigen dari Indonesia Morowali Industrial Park di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/7/2021). ()

Untuk varian Lambda telah menyebar di 42 negara, sedangkan penyebaran varian Mu lebih cepat. Kini, Mu tersebar di 49 negara.

"Kedua varian ini memiliki kemampuan untuk menghindari sistem imunitas atau sistem kekebalan dari tubuh kita sehingga efektivitas dari vaksin yang diberikan akan menurun terhadap kedua varian ini," kata Budi.

Sedangkan, varian C.1.2 merupakan varian terbaru yang ditemukan di Afrika Selatan dan disebut telah mengkhawatirkan banyak ilmuan.

"Karena varian ini mutasinya banyak sekali yang sama seperti yang lainnya juga mereka dilihat bisa menghindari sistem kerja imunitas kita yang sudah bentuk berdasarkan varian-varian sebelumnya," kata Budi.

Kemungkinan masuknya varian-varian itu mesti dicegah dengan menjaga perbatasan dan pintu-pintu masuk internasional, memperketat entry dan exit test, serta mendisiplinkan proses karantina.

Baca juga: Mantan Kepala Bank Sultra Cabang Konawe Kepulauan Ditetapkan Tersangka Korupsi, Belum Ditahan

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved