Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Gubernur Ali Mazi Gunakan 3 Falsafah Daerah Ingatkan Masyarakat dan OPD Bersama Membangun Sultra

Dalam sambutanya, Ali Mazi menggunakan bahasa falsafah dari beberapa suku di daerah Sulawesi Tenggara.

Penulis: Laode Ari | Editor: Muhammad Israjab
Laode Ari
Foto bersama Ketua DPRD Abdurrahman Saleh, Gubernur Sultra Ali Mazi, Wakil Gubernur Lukman Abunawas dan Bupati Koltim Andi Merya Nur saat Ekspose pembangunan 3 tahun kepemimpinan AMAN. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah atau OPD bekerja maksimal dalam membantu dirinya membangun daerah.

Selain kepala OPD, Ali Mazi Juga meminta masyarakat untuk turut membantu pemerintah dalam menjalankan visi-misi pembangunan di sisa masa kepemimpinan dirinya bersama Lukman Abunawas.

Hal itu dia sampaikan saat ekspose pembangunan di masa kepemimpinan Ali Mazi-Lukman Abunawas atau AMAN di Aula Bahtermas Kantor Gubernur Sultra, Senin (06/09/2021).

Dalam sambutanya, Ali Mazi menggunakan 3 falsafah bahasa dari beberapa suku di daerah Sulawesi Tenggara.

Falsafah itu dari suku Buton, Tolaki, Mekongga hingga Muna.

Baca juga: Ekspose Pembangunan 3 Tahun AMAN di Sulawesi Tenggara, Ali Mazi & Lukman Abunawas Kompak Berpelukan

"Kita hindari perbedaan demi kemajuan bersama sebagaimana pesan Pobhinci-binci Kuli oleh nenek moyang dari Buton yaitu Pomae-maeka (saling menjaga perasaan), popia-piara (saling memelihara), pomaa-masiaka (saling menyayangi) dan poangka-angkata (saling menghormati)," kata Ali Mazi.

Kemudian, lanjutnya, pesan nenek moyang dari Tolaki Konawe, yakni 'Inae Konasara Ieto Pinesara, Inae Lia Sara Ieto Pinekasara' (siapa saja yang menaati atau menjunjung tinggi adat akan dimuliakan, tetapi siapa saja yang melanggar hukum adat akan diberi ganjaran sesuai dengan kejahatan perbuatannya).

Selain itu, Ali Mazi mengingat kepada  seluruh OPD untuk bekerja lebih baik seperti pesan nenek moyang dari Tolaki Mekongga 'Sangga-sangae Olutumu Pikeki Inesamba' yang berarti kuatkan lututmu untuk bersiap menghadapi tantangan.

Serta, 'Fekamara Marasai Konae Omarasai' yakni pesan nenek moyang dari Muna yang artinya bersusah-susah dahulu agar kelak engkau tidak susah.

Menurut Ali Mazi pesan dari para pendahulu itu harus selalu dipegang agar tercipta persahabatan dan persatuan dalam membangun daerah.

Baca juga: Momen Haru Pemutaran Video Agista Ariany di Ekspose 3 Tahun AMAN, Sang Putri Nyanyikan Kuudani Inaku

Karena pembangunan dan kemajuan suatu daerah tidak akan berjalan efektif tanpa didasari persatuan dari semua pihak.

"Sekuat apapun pemerintahan jika tidak didukung masyarakat tidak akan berjalan efektif, " ujarnya.

Untuk itu, ia berharap semua pihak bersinergi mempersatukan pikiran dan langkah bersama-sama membangun daerah, serta semangat menebar kebersamaan dan persatuan. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved