Breaking News:

Berita Kolaka Utara

Suami yang Bunuh Istri di Kolaka Utara Memperagakan 26 Adegan Rekonstruksi Sambil Menangis

Kepolisian Resor Kolaka Utara (Polres Kolut) mengelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Desa Ujung Tobaku, Kecamatan Katoi, Jumat (3/9/2021).

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Rusman Tersangka Pembunuhan Istri di Kolaka Utara 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KOLUT - Kepolisian Resor Kolaka Utara (Polres Kolut) mengelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Desa Ujung Tobaku, Kecamatan Katoi, Jumat (3/9/2021).

Reka adegan ini diperagakan tersangka Rusman (34) untuk mencocokkan keterangan dirinya dengan fakta di lapangan.

Sebelumnya, Rusman membunuh istrinya sendiri, Fitriani (28) dengan menggunakan sebilah pisau dapur, Jumat (27/8/2021) lalu.

Aksi pembunuhan ini diawali penolakan sang istri untuk berhubungan suami istri dengan Rusman hingga terjadi cekcok.

Fitriani ditemukan meninggal dunia dengan kondisi penuh luka di beberapa bagian tubuh oleh anaknya yang masih berusia 9 tahun.

Tiga hari setelah kejadian itu, polisi menetapkan Rusman sebagai tersangka setelah dijemput di Rumah Sakit Djafar Harun Kolut, Senin (30/8/2021).

Polisi kemudian menggelar rekonstruksi kejadian di rumah korban dan pelaku.

Garis polisi dibentangkan untuk mensterilkan lokasi rekonstruksi dari warga sekitar yang ingin menyaksikan reka adegan itu.

Reka adegan dimulai dari luar rumah saat Rusman membuka pintu. Rusman memperagakan 26 adegan.

Dalam reka adegan tersebut, Rusman menangis saat memperagakan memeluk istrinya usai ditikam. 

Kasatreskrim Polres Kolut IPTU Alamsyah Nugraha mengatakan, tak ada fakta baru dalam rekonstruksi kali ini.

"Sesuai dengan penyidikan, jadi reka adegan ini sudah sesuai dengan apa yang selama ini, seperti pemeriksaan (keterangan) saksi dan tersangka," katanya usai rekonstruksi.

Suami Bunuh Istri

Seorang pria di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Rusman (34) membunuh istrinya sendiri.

Warga Desa Tobaku, Kecamatan Katoi, Kolut itu membunuh istrinya Fitriani (28) lantaran tak diberi jatah berhubungan suami istri karena sedang haid.

Selain itu, sang suami juga kecewa, sebab sang istri malah meminta cerai.

Rusman akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah dijemput di Rumah Sakit Djafar Harun Kolaka Utara (Kolut), Senin (30/8/2021).

Sebelumnya, pasangan suami istri atau pasutri di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan tertusuk di rumahnya, Jumat (27/8/2021)

Sang istri, Fitriani (28) ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk di perut dan leher.

Sementara sang suami Rusman (34) juga mengalami luka di tubuhnya, tetapi tak membuatnya tewas dan masih sempat dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kasatreskrim Polres Kolaka Utara, IPTU Alamsyah menjelaskan, Rusman diduga membunuh istrinya sendiri lantaran kecewa dengan sang istri.

"Itu suaminya korban atas nama Rusman sudah kita tetapkan sebagai tersangka," ujar IPTU Alamsyah, Senin (30/8/2021).

Adapun lima luka tusukan di perut Rusman adalah ulahnya sendiri dengan mencoba bunuh diri setelah menghabisi istrinya.

IPTU Alamsyah menjelaskan, tersangka nekat menghabisi nyawa istrinya karena ditolak untuk berhubungan badan dengan korban.

"Dia sempat minta berhubungan badan tapi ditolak sama istrinya dengan alasan haid," jelas IPTU Alamsyah.

IPTU Alamsyah mengatakan, pemicu lainnya adalah Rusman kecewa sang istri meminta cerai.

Tersangka dijerat pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 tentang pembunuhan, serta pasal 44 tentang kekerasan dalam rumah tangga.

"Ancaman pidana maksimal hukuman mati," terang IPTU Alamsyah.

Ditemukan di Kamar

Pasangan suami istri atau pasutri di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan tertusuk di dalam kamar kediaman mereka, Jumat (27/8/2021)

Sang istri Fitriani (28) ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk di perut dan di leher.

Sementara sang suami Rusman (34) juga mengalami juga terdapat luka di tubuhnya, namun tak membuatnya tewas dan masih sempat dilarikan ke rumah sakit.

Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor atau Satreskrim Polres Kolut tengah melakukan penyelidikan dugaan penganiayaan terhadap pasturi itu.

Kasat Reskrim Polres Kolut, IPTU Alamsyah menjelaskan, kejadian diperkirakan sekitar pukul 15.30 Wita.

Korban pertama kali ditemukan anaknya yang masih berusia 9 tahun.

Melihat ayah dan ibunya luka, anak usia 9 tahun ini kemudian melapor ke tantenya, Erma.

"Mungkin takut, jadi memanggil tantenya, tapi tantenya ini juga meminta bantuan masyarakat setempat," ujar Alamsyah Sabtu (28/8/2021).

Saat ditemukan, Rusman dalam kondisi tidak berbusana, sementara Fitriani masih mengenakan sarung dan baju.

Warga kemudian melarikan Rusman ke Rumah Sakit Djafar Harun, sementara Fitriani ditutupi selimut karena dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kecurigaan Polisi

Polisi telah memeriksa dua orang saksi terkait kasus ini dan masih menunggu saksi kunci, yakni Rusman yang saat itu masih terbaring di RS Djafar Harun.

Selain itu, polisi juga sudah mengamankan barang bukti pisau dapur dan telepon seluler suami istri tersebut.

Alamsyah menjelaskan, tidak menemukan tanda-tanda perampokan dalam insiden tersebut.

"Tidak ada barang-barang yang hilang di sana," jelasnya. (*)

(TribunnewssSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved